108. ‘Kado Valentine’

Khayalku terbang jauh tinggi melayang. Walau kabut tebal membentang, tekadku pantang mundur. Tekad membaja untuk cari tahu perihal hari-hari pertama di Taman Kayangan. Perjalanan ini sulit, seperti mencari jejak bayangan. Dapatkah membayangkan apa yang tak pernah muncul dalam lamunan? Mungkinkah menuturkan yang tak terlintas dalam ingatan? Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak…

107. ‘Cinta Pertama’

Kisah cinta di Taman Eden, romantika kalbu melebihi cerita anak Sekolah Minggu. Mulanya jauh lebih dulu dari waktu dan berlangsung terus walau segalanya berlalu. Awalnya sebelum ada segala sesuatu, maka terciptalah Sahabat dan saya. Allah jatuh cinta kepada Sahabat. Dengarkan Dia bersenandung rindu. [KU]kenal dikau lalu jatuh cinta. Bagai pertama. Dan [KU]cumbu dikau. Penuh kasih…

106. ‘Mengapa Jatuh Cinta?’

Kisah Taman Eden adalah kisah cinta Allah, kisah hidupmu. Di Eden itu, saya dan Sahabat mengkhianati cinta-Nya. Ada rayuan maut dari “orang” ketiga yang berhasil menyingkirkan cinta-Nya. Bisa jadi itu terjadi puluhan atau ratusan ribu tahun lalu, namun siapa sangka gemanya dapat Sahabat rasakan hingga kini. Tak ada yang kebal, baik saya atau Sahabat pun…

105. ‘Pengkhianat Cinta’

Berduyun orang memburu bayangan. Semua lomba gapai angan. Tekad capai puncak kayangan. Malang, itu hanya khayalan. Tragis, memilukan! Itu kehidupan. Terkurung dalam ketidakpastian. Tak tahu tujuan. Hidup rutin nan menjemukan. Terjebak, tak ada jawaban. Tragis, memilukan! Hati kosong keroncongan. Glamor dan jabatan tak memuaskan. Ketaatan beragamapun mencelakakan. Akhirnya semuanya menuju kematian. Tragis, memilukan! Tetapi mereka…

104. ‘Prahara Cinta’

Tak ada yang berharap rumah tangganya dilanda isu masa kini. Itu jauh dari bayangan bagi sejoli yang lagi mengikat janji. Om, tante, handai tolan, semua berharap keluarga mereka harmoni. Mengikat janji di depan padri untuk sehidup semati. Doa dilantunkan agar mereka menjadi keluarga yang serasi. Ini baru tekad dini, masih panjang jalan yang dilalui. Segala…

103. ‘Cinta Terluka’

Hari-hari ini terasa gerah walau mendung menyelimuti Jakarta. Tak tahu mengapa, dada terasa sesak. Tidur kerap terganggu, dan makan pun kurang selera. Gejala ini menjadi-jadi tatkala mataku milirik layar ponsel. Tetapi aneh, walaupun sudah sesak, saya semakin panasaran saja mengikuti perkembangan berita hangat. Kupegang dada, kutepuk perut, “Aaahhh,” kataku menghela napas. “Dada oke, perut normal….

102. ‘Aduh … Cinta’

Sahabat! Satu tahun telah pergi. Sahabat tak usah tangisi. Itu tak akan kembali. Tahun yang baru telah timbul di pelangi. Sejatinya, hidup ini berwarna-warni, bergulir bak roda pedati. Sahabat yang satu pergi untuk selamanya ke dunia abadi. Duka nestapa menyertai. Teman yang lain sakit tak terobati, mengiris-iris hati. Di bawah matahari, tak ada yang abadi….

100. ‘Aku Kalah!’

Gegap gempitanya perayaan Natal telah lampau. Namun, tahun baru sudah di depan pintu. Sejenak menikmati hidup suasana baru. Sayang, itupun cepat berlalu. Tidak ada yang tak berlalu. Semuanya akan kembali ke debu. Akhir hidup ku? Siapa yang tahu? Tahun baru? Sama saja dengan yang dahulu! Demikianlah windu bergeser ke windu. Aku, dikau, semua insan binasa…

99. ‘Cinta Ini Membunuh-Ku!’

Sahabat! Dikau ada di dunia ini bukan karena kebetulan. Bukan pula karena peristiwa acak ataupun ‘silap mata’. Bukan! Dikau itu ciptaan urutan teratas, masterpiece, yang direncanakan secara detail dan akurat. Dikau telah ada dalam ‘Rencana Rahasia’ Allah jauh sebelum dunia ada. Tanpa dikau, rencana itu jadi ‘cacat’, tidak jalan ‘mulus’. Dikau itu kunci, yang utama,…

98. ‘Cinta Duka’

Allah rindu kepada ku? Betul! Dia kangen kepada buatan tangan-Nya (Ayub 14:15). Ini rindu bukan sekedar angan-angan. Ini kangen berat! Dan ini bukan hanya sementara, tapi ini rindu abadi! Maaf, apakah artinya Allah ada dalam situasi hati yang rindu seperti itu sepanjang masa? Rindu bukan hanya 1 tahun, 1000 tahun, tapi hingga dalam keabadian? Rindu…

97. ‘Ini Rindu’

Wow Allah rindu akan dikau. Allah rindu kepada ku? Yes yes yes! Dia kangen kepada buatan tangan-Nya, dikau (Ayub 14:15). Aaahhh! Muskillah Sang Pencipta rindu kepada ku! Boleh jadi itu hanya ‘bunga tidur’ di siang bolong. Hai sobat! Bukan, itu bukan lamunan. Itu tidak juga khayalan bani Adam. Itu kenyataan, itu rintihan kalbu Sang Cinta….

96. ‘Kata Hati’

Sahabat! Cinta Tuhan kepada kita terlalu misterius untuk dapat diselami. Tingginya bagaikan bumi dari langit, tak terbatas. Dalamnya hingga ke dunia orang mati, tak dapat diseberangi. Itu di luar dimensi insani. Kalau logika sudah buntu, biarkan hati yang memandu!   ”Mencintai adalah kata kerja,                                                          Dicintai adalah kata sifat,                                                                                           Tapi cinta bukan kata benda,                                                                                 Cinta itu…