91. ‘Episode 1: Dalam Keabadian’

Kisah hidup dikau dan aku adalah kisah sorga. Kisah Allah sendiri. Kisah ini dimulai jauh sebelum ada drama Adam dan Hawa di Taman Eden. Lahirnya manusia di muka bumi ini kalau boleh diibaratkan  semacam suatu riwayat. Kisahnya bermula di dalam keabadian, jauh sebelum dikau dilahirkan! Dalam keabadian maksudnya untuk menunjukkan bahwa adegan itu berawal sebelum…

90. ‘Kisah Sorga’

Sobat sekalian. Sejauh ini kita berikhtiar untuk fokus. Itu tidak mudah karena begitu banyaknya hal yang lebih menarik di ‘luar sana’. Di era digital dan serba instant ini, umumnya umat terkesan segan untuk tafakur. Hidup serba cepat dan sibuk, tidaklah mudah berkontemplasi untuk merenungkan apa yang dibaca. Kita sedang berupaya bersama-sama dan merenungkan demi mencari…

89. ‘Dikau Satu-satunya’

Ikhwan sadayana! Tuhan memperlakukan kita secara individu. Sang Kahlik mencintai kita bersifat pribadi. Kasih-Nya bukan kepada sekelompok ataupun sekumpulan manusia. Cinta-Nya itu khas, spesifik, dan unik bagi setiap individu sebagaimana setiap insan unik tiada duanya. Setiap orang ada tempat khusus dalam hati-Nya. Posisi Saudara tak dapat digantikan dengan yang lainnya bahkan oleh malaikat sekalipun. Inilah…

88. ‘Misteri Mbareb’

Menyadari bahwa kehadiran kita di bawah matahari karena cinta, dalam cinta, dan untuk cinta itu melegakan. Dikau tercipta ketika Sang TriTunggal dalam persekutuan yang Maha Kudus tersenyum. Saudara dirancang, direncanakan, dan tercipta ketika hati Allah tengah ‘berbunga-bunga.’  Selagi Dia ‘bersiul-siul’ ria dan ‘menggoyang-goyangkan kaki.’ Kala Dia tersenyum, Saudara tercipta. Anda itu hasil karya gemilang, unik,…

87. ‘Acuh Tak Acuh’

Sobat! Allah itu kasih (1 Yohanes 4:8). Namun, gagasan bahwa Dia telah mengasihi kita sebelum dunia dijadikan (Efesus 1:4), sungguh janggal dan sulit diterima akal sehat. Kasih-Nya kepada Saudara tak bergantung kepada ketaatan Saudara beribadah. Hal ini berseberangan dengan semua dalil agama. Kasih-Nya kepada Saudara tak dapat ditambah bahkan dengan lebih semangat melayani-Nya. Inipun berbenturan…

86. ‘Cinta KW’

Friends! Cinta Tuhan kepada kita hendaknya menjadi sauh. Jangkar yang menuntun jiwa dalam melewati gelombang badai. Angin puting-beliung berupa tuntutan dan ancaman dari berbagai ajaran maupun doktrin agama. Dan itu terjadi tak terkecuali di lingkungan agama Nasrani. Moga sirnalah pula rasa bersalah karena tak mampu memenuhi desakan umat beragama. Hendaknya terkikis habis sangkaan bahwa profesi…

85. ‘Cinta Sungsang’

Sobat! Betapa leganya mengetahui bahwa kita adalah kekasihi Tuhan! Cinta Tuhan kepada kita, pribadi lepas pribadi, serupa. Sama dalam arti kadar, kwalitas, maupun kwantitasnya. Tak ada dalam kamus-Nya istilah favoritisme. Maaf, artinya? Ooo, Allah tidak mengidolakan dikau yang fasih berbahasa Inggris dan menganggap remeh yang hanya bisa bahasa Braile. Dia tidak lebih sayang kepada umat…

84. ‘The Hidden Beauty’

Sahabat! Cinta memang misterius. Kata ahli matematik: ‘Semua kejadian dapat dibuat rumusan matematiknya, kecuali orang jatuh cinta!’ Cinta di luar nalar dan sering bertindak tidak menuruti norma umum. Cinta juga dapat menimbulkan gairah sehingga memunculkan kekuatan di luar kewajaran. Namun, tanpa cinta hidup ini terasa hambar dan hampa. Cinta itu essensi kehidupan, kualitas kehidupan. Cinta…

83. ‘Cinta Menembus Batas’

Sahabat! Allah telah memilih Anda sebelum dunia ada (Efesus 1:4)! Serasa dalam keabadian, Dia mendeklarasikan kepada diri-Nya sendiri: ‘Aku suka kamu!’ Maklumat ini bergema di dunia baka hingga sekarang, di abad ke 21 ini. Itu akan langgeng terus sampai selama-lamanya. Konsekuensi kebenaran ini sangat signifikan, utamanya, dalam kehidupan kita. Tunggu dulu, maksudnya? Begini. Bisa jadi…

82. ‘Ooo Cinta’

Sahabat! Allah mengasihi saya, bahkan sebelum saya lahir! Sebelum apapun yang dilakukan, Dia sudah memutuskan dalam keabadian: ‘Aku suka kamu!’ Nama Saudara sudah ada dalam hati Allah sebelum Saudara bisa hirup udara. Sebelum awak bisa merangkak. Sebelum bisa membedakan tangan kanan dan kiri. Sebelum sampean bisa ucapkan: ‘Haleluyah!’ Bahkan sebelum dikau bisa mengucapkan sepatah kata…

81. ‘Cinta Monyet’

Friends! Wah baru sadar jika Sang Pencipta juga ada ‘mood’nya. Suasana Hati-Nya juga agak mirip-mirip kita juga. Itu orang bilang ‘11 12’-lah. Allah ada emosi. Bak hati kita yang secara perasaan bisa ‘naik-turun’ sesuai dengan keadaan sekitar. Agak-agaknya serupa itu juga Dia.  Aaahhh, serius?  Dia, yang bersemayam di sorga, tertawa; (Mazmur2:4) Allah tertawa? Akurat, Dia…

80. ‘Cinta Buta’

Friends! Mantap juga ya, bahwa kita tercipta karena cinta! Seumpama Allah ada mood-nya (suasana hati), maka kita diciptakan selagi Dia bersiul-siul ringan karena hati-Nya melimpah dengan amor. Aaahhh, bagaimanakah dapat membayangkan suasana hati Tri Tunggal Yang Maha Agung selagi belum ada segala sesuatu? Dan bagaimana pula hingga suatu ‘saat’ (Sejatinya, kata ‘saat’ tidak tepat karena…