Kisah hidup dikau dan aku adalah kisah sorga. Kisah Allah sendiri. Kisah ini dimulai jauh sebelum ada drama Adam dan Hawa di Taman Eden. Lahirnya manusia di muka bumi ini kalau boleh diibaratkan semacam suatu riwayat. Kisahnya bermula di dalam keabadian, jauh sebelum dikau dilahirkan! Dalam keabadian maksudnya untuk menunjukkan bahwa adegan itu berawal sebelum ada segala segala sesuatu. Sebelum dikenal ‘kemarin, hari ini, dan esok.’ Sebelum ada segala sesuatu? Ups!, istilah ini se-mata-mata hanya ingin merujuk situasi sebelum ada makhluk ciptaan.
Sebelum ada makhluk ciptaan?
Yes! Sebelum ada segala sesuatu yang ada hanya Sang Ada, Tri Tunggal Yang Maha Kudus. Sang Bapa, Sang Firman, dan Roh Kudus. Allah dalam persekutuan yang harmonis sempurna dalam keabadian. Allah sudah cukup dengan diri-Nya sendiri. Ooo Allah yang Maha Agung, Mulia, sumber kehidupan dari segala sesuatu. Dia mutlak sempurna dan sudah puas dengan diri-Nya sendiri. Dia sudah ada dengan sendirinya karena Dia-lah Sang Pencipta.
Apakah yang terjadi sebelum ada makhluk ciptaan?
Sang Firman yang telah menjadi daging (Yohanes 1:14), Sang Anak. Dalam doa yang penuh emosi dalam Injil Yohanes 17, ungkapkan misteri dari segala zaman: ‘Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan.’ (ayat 24). Kasih yang saling memberi dalam persekutuan gilang gemilamg Sang Bapa, Sang Anak (I Yohanes 1:1-3). Sahilah dan tak berlebihan jika dikatakan: ’Gagasan keberadaan dikau itu berbentuk ketika Sang Tri Tunggal tersenyum ria!’
Seandainya hidupmu itu suatu riwayat berseri, maka Episode 1: ‘Dalam Keabadian.’ Adengan terjadi dalam keabadian sebelum ada dikau bahkan satupun belum terwujud dari karya-Nya. Dalam kesenyapan, kesendirian abadi, Allah ada ide. Dia ada gagasan berupa suatu rencana, suatu kehendak, semacan ‘angan-angan’ dari hati-Nya terdalam. Alkitab menyebut dengan samar-samar itu sebagai ’Rencana Kerelaan-Nya’. (Efesus 1:9)
Rancangan ini mengungkapkan apa yang ada dalam hati Allah. Isi hati yang kekal tak berubah sepanjang masa. Wajar adanya, semisal, dikatakan riwayat hidupmu adalah hasrat hati Allah! Dalam dikau terpantullah semua jati diri-Nya, iktikad-Nya yang kudus yaitu natur-Nya atau keberadaan-Nya yang sejati yaitu kasih (1 Yohanes 4:8). Lumrah seandainya diungkapkan bahwa dikau itu tercipta dengan cinta, dalam cinta , dan untuk cinta karena Dia-lah Sang Cinta itu!
Ok ok oklah! Tetapi realita hidup tak seindah cinta, bukan? Sejatinya, pengalaman hidup berceritera lain!
Love never fails. (1Korintus 13:8, NIV)
Yes mantap! Kasih tak akan ‘gagal’. Walau hidup tak seperti yang diharapkan, ingat kasih tak akan kalah. Dihadapan suram dan kelam, ingat kasih tak kan kandas. Jalan buntu, ingat langkah kasih tak akan terhenti. Kalau dikau putus asa dan berteriak: ‘Aaahhh habislah sudah!’ Ingat, kasih tak berkesudahan, selalu masih ada harapan! Sobat, mari menjalani hidup ini selangkah demi selangkah karena dikau itu kisah kasih itu sendiri. Dan Love never fails! (nsm)
![]() |
NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes.
Telah terbit buku “Misteri Romantika Ilahi” karya NSM |




