519. The Reconciliation

“Maut adalah putusnya relasi. Akan tetapi, hidup yang fana menjadi berkat baka saat Anda rela membentangkan diri; menjadi jembatan untuk sang pengembara pulang menyambung tali rindu dengan Sang ILAHI.” Daku sulit memahami fakta ini! Semakin diselami, semakin sadar akan keterbatasan nalar. Walau logika mendesak untuk mengurai cerita, akhirnya tiba juga di titik pasrah diri. Jika…

518. Broken Home

Meskipun rumah-NYA retak, namun ambang pintunya tetap terbuka; menanti anak durhaka kembali pulang ke dalam dekapan Sang BAPA. Entahlah! Namun getar ceritanya mustahil dielakkan. Apakah sang penulis sengaja berniat agar daku—sang pembaca yang melintasi ribuan musim kemudian—tak melewatkan pesan rahasianya? Sebuah hikayat memang menyimpan selaksa makna; mungkin di sanalah letak maksud murni sang empunya cerita….

517. Otak-atik

Godaan untuk menyunting satu sekerup kode genetik manusia sebagai ikhtiar mensejajarkan diri dengan Sang PENCIPTA; sebuah gema rayuan purba dari tangan para Penjaga. Di muara misteri yang masih dalam, the second rebellion, Kejadian 6 menyiratkan sebuah intrik kelam. Ada tekad tersembunyi untuk membentuk generasi di luar garis kehendak Sang PENCIPTA. Semacam rekayasa genetik demi melahirkan…

516. Iba!

Keadilan mungkin menuntut amuk samudera, namun tindakan tulus Nuh mampu melunakkan hati-NYA. Di antara riuh rendahnya hidup di era berdasarkan nalar, masihkah tersisa satu pribadi yang sudi membangun bahtera bagi jiwa yang terdampar? Entahlah! Namun, DIA gemar menyapa lewat peristiwa, menari dalam drama, atau terselip di antara bait syair dan lembar sejarah—bahkan dalam getirnya sebuah…

515. Forbidden Knowledge

“Dahulu, cawan forbidden knowledge menumpahkan darah; kini, di era digital peradaban begitu mudah dapat punah. Waspadalah, sebab sejarah era Nuh dapat kembali mewabah dari segala arah!” Bagi Israel kuno, narasi Kejadian 6 adalah pilar krusial dalam memahami rapuhnya tatanan dunia. Jika the first rebellion di Kejadian 3 menitikberatkan pada pilihan manusia melawan titah-NYA, maka narasi…

514. Public Enemy!

“Suara hati tak dapat ditawar-tawar, ditahan dada terasa terbakar. Menjadi public enemy adalah harga yang pantas dibayar untuk panggilan nurani yang dipandang mainstream tidak wajar. Di luar pagar, Sang KHALIK menantinya dengan penuh sabar!” The Survivors. Merekalah jiwa-jiwa yang lolos dari mahaprahara air bah. Para penyintas trengginas yang berkelit dari seribu satu serangan wabah. Tangkas…

513. The Survivors

“Sejarah ditulis oleh sisa-sisa jiwa yang setia. Di atas pundak the survivors, puing-puing dunia disusun kembali menjadi Global Eden yang merangkul seluruh cakrawala.” Apa hendak dikata? Prahara telah nyata di depan mata. Sesuatu yang tampak memikat indra, siapa sangka menyimpan racun maut bagi jiwa. The first rebellion telah pecah. Adam dan Hawa terusir dari taman…

512. Golden Eden

Eden tidak hilang; ia hanya pindah ke dalam rahim ketidakmungkinan, menanti hati yang tulus untuk memanggilnya pulang.” Ini perjalanan di luar nalar. Sebuah petualangan menembus cakrawala. Belum ada kaki fana yang pernah menapak ke sana. Pengembaraan ini merupakan suatu usaha melangkah kembali menuju taman sorga dengan menembus barisan penjaga dengan pedang yang menyala-nyala (Kejadian 3:24)….

511. Eden Baru

Di sebelah timur Eden, terhamparlah sebuah taman purba. Sebuah sungai tunggal mengalir di sana, lalu membelah menjadi empat cabang utama (Kejadian 2:10). Sungai-air sebagai perlambang kesuburan dan kehidupan mengalir deras ke empat penjuru mata angin. Membawa sari pati ‘sorga di bumi’ ke seluruh hamparan negeri. Dalam lidah Ibrani, kata ‘Eden’ berbisik tentang satu makna: kesenangan….

510. Mempelai Purba

“Napas Eden adalah janji setia, loyalitas sukma, sebuah ikatan pertunangan suci yang merindukan kepulangan setiap jiwa kembali ke pelukan-NYA.” Entahlah, agaknya telah menjadi suratan yang terpahat dalam setiap eksistensi; bahwa pada setiap pribadi, senantiasa melekat kerinduan purba untuk dikenal dan mengenal, untuk dicintai dan mencintai. Lumrah kalau dikatakan: ”Tak kenal maka tak sayang.” Jalinan ‘kenal-cinta’…

509. Undangan Agung

“Adinda bukan sekadar makhluk yang tercipta, melainkan insan yang dirindukan hadir untuk larut kedalam sedapnya madu koinonia Sang BAPA-ANAK.” Tiada yang tahu; misteri ini akan selamanya terkunci, menjadi satu rahasia purba yang tersembunyi abadi di kedalaman diri Sang ILAHI! Andai DIA tidak melabuhkan seuntai isyarat, niscaya maksud keberadaanku hanyalah tanda tanya pekat yang terus menghimpit…

508. Router Ilahi

Amanat bertambah banyak dan beranak cucu bermaksud agar Taman Eden semakin luas. Apa gerangan yang ada di luar Taman? Bumi ditaklukkan dengan kehadiran imago Dei sehingga signal kerajaan-NYA “ON” di seluruh negeri. Ibarat Proyek Strategis Nasional berskala kosmik, Taman Eden menjadi kantor pusat manajemen ilahi. Proyek besar untuk meluaskan taman hingga meliputi seluruh negeri. Kerinduan-NYA…