424. Opus Divinum

Viewed : 251 views

Ini era serba artificial. Jangan langsung percaya dengan apa yang di depan mata, rasa pun dapat berdusta. Rasa dalam kemesan, itu belumlah tentu berasal dari buah yang bersangkutan. Begitu juga citra rasa makanan, dapat diganti dengan yang buatan. Sukralosa, misalnya, pemanis buatan yang rasa manisnya sekitar 600 kali dari gula.

Bahkan i-gen sudah terbiasa dengan alam virtual reality! Alam maya yang nyata! Nyata karena dapat dilihat, didengar, bahkan daku dapat berperan nyata di dalamnya. Tidak sedikit mereka yang sudah hidup dalam alam nyata namun hanya sebatas khayalan. Ataupun, hidup di alam nyata namun sejatinya Adinda tidak pernah secara fisik berada di sana!

Apakah dengan demikian akan lebih mudah memahami ataukah sebaliknya, lebih sulit, untuk dimengerti relasi antara alam normal dan supernatural, alam nyata dan maya? Sejatinya, Adinda tidak sendirian hidup di alam ini. Daku dan dikau sesungguhnya hidup di wilayah pemerintahan mahkluk tak kelihatan, sang penguasa dunia (Yohanes 14:30).

Lalu?

Believe it or not, sebagai penguasa bumi, pengaruhnya meliputi semua insan yang hidup di bawah matahari. Si ular bak mahkluk virtual, maya namun nyata ataukah nyata namun maya? Walau dia tidak kelihatan, Adinda dapat mengendus jejaknya dalam peradaban.

Sejarah berdarah-darah, kematian merambat ke seluruh wilayah. Konflik marajalela antar suku, bahasa, kaum, dan bangsa. Bangsa bangkit melawan bangsa, bahkan tak terkecuali kebencian bak penyakit menahun antar pemeluk agama.

Sekali Adinda salah ucap bisa-bisa disangka menista. Sekampung bisa gempar membara, tidak jarang akhirnya dapat menjalar ke mana-mana. Gedung-gedung megah tempat ibadah dapat jadi korbannya, kematian tak lagi dapat dielakkan sebagai akibatnya. Hanya karena salah ucap belaka, se negara bisa geger dibuatnya.

Ia [si ular] adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran, ucap Kristus kepada orang-orang Yahudi yang begitu bangga sebagai keturunan Abraham (Yohanes 8:44). Kematian dan dusta sebagai jejaknya nyata, itu infeksi luka bernanah yang ditinggalkannya dalam sejarah umat manusia.

Bukankah perseteruan pun dialami dalam satu keluarga, iri dingki dapat juga menimpa di antara saudara bersaudara? Jangan ditanya kalau hanya sebatas tidak lagi tegor sapa sesama tetangga. Ketegaan untuk mencabut nyawa saudara sendiri itu sudahlah berita biasa.

Begitu jelas bekas langkah yang ditinggalkan si ular. Walau dia tidak kelihatan, namun jelas perannya dalam pergolakan politik sepanjang peradaban. Ambisinya agar suasana kebatinan anti-Eden semakin menguasai dunia. Esensi pemerintahannya berbau kematian, strateginya menyebarkan kebohongan. Egois, tidak peduli, benci, dan iri melanda seluruh negeri.

Sedangkan kamu, Saudara-saudaraku, janganlah lelah berbuat baik. (2 Tesalonika 3:13 AYT)

Bukan demikian bagi dikau yang rindu ikut meluaskan endenic vision! Berbuat baik adalah ciri khas dari keturunan bibit ilahi (2 Korintus 2:15). Di era yang kasih akan sesama telah menjadi dingin, berbuat baik tidaklah mudah. Karena itu jangan lelah!

Sedare Dolorom Opus Divinum Est, motto sebuah rumah sakit tua Kristen di bilangan Jakarta Pusat. Meringankan rasa sakit adalah perbuatan ilahi, opus divinium. Membantu meringankan derita sesama adalah pekerjaan ilahi, endenic vision.

Berbahagialah mereka yang mengusahakan perdamaian, karena mereka akan disebut anak-anak Allah (Matius 5:9 FAYH), ucap Sang Raja. Dari dulu, sekarang, bahkan selama-lamanya, DIA rindu daku dan dikau sebagai pembawa damai di dunia. Karena itulah yang menjadi ciri utama dikau disebut anak-NYA. Untuk berbuat baik daku tidak perlu sekolah. Guna membawa damai tidak harus kuliah. Itu cuma tindakan selangkah. Hanya daku sudah terjangkit penyakit kronis yang sangat parah. Aib ada di dalam dada. Tidak seperti Sang Raja, daku tidak mau keluar dari “sorga”, apalagi hingga terluka demi untuk kebaikan sesama. (nsm)

NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes.


Telah terbit buku “Misteri Romantika Ilahi“,”Divine Love Story” dan “The Great Dance of Divine Love” karya NSM

Comments

comments