Kehendak bebas tidak dapat dielakkan akan menimbulkan resiko bagi Sang Pencipta. Kemungkinan apa yang DIA harapan jauh dari nyata, bahkan rencana dapat layu sebelum berkembang begitu saja. Bahkan Trouble in Pardasie-pun dapat saja terjadi.
Puncaknya, ada potensi makhluk ciptaan akan melawan Sang Maha Kuasa dan bahkan meninggikan diri hingga sejajar dengan Sang Maha Tinggi (Yesaya 14: 13,14). Rasa-rasanya kehendak bebas memberikan jalan bagi ketidakpastian alam semesta. Seakan-akan nasib alam ciptaan dipertaruhkan kepada Adam Hawa.
Sebagaimana sejak dini, Adam Hawa ada kebebasan untuk memilih sesuka hati. Begitu jugakah makhluk adikodrati ada keleluasaan untuk memilih jalan sendiri? Sebagaimana halnya Adam Hawa sebagai photocopy DIA di alam sini, begitu jugalah makhluk surgawi di alam non-materi.
Begitulah, ke dua rupa makhluk menjadi representasi DIA di alam yang berbeda. Adam Hawa di lingkungan alam nyata, si ular dan jenisnya di konteks alam maya. Namun pastinya, baik makhluk yang ada di alam sini maupun di alam sana, sama-sama dalam katagori mahkluk ciptaan.
Sudahlah pasti sangat berbeda, antara Sang Pencipta dengan makhluk ciptaan. Bagaimanapun canggihnya, di luar diri-NYA tetaplah ada asal mulanya. Ada saat di mana makhluk tersebut belum ada, lalu menjelma tercipta. Dari tiada menjadi ada sebagai ciri utama mahkluk ciptaan, makhluk dengan berbagai keterbatasan.
Tidaklah mungkin sama sekali makhluk ciptaan mengambil alih ataupun meng- coup d’état kedudukan Sang Pencipta! Bagaimana pun usaha si ular, makhluk ciptaan tetaplah ciptaan. Tidak mungkin dapat menggeser kedudukan Sang Pencipta.
Kedudukan DIA tidak mungkin teracam. Status makhluk ciptaan tentulah sangat berbeda dengan status sebagai pencipta. Ke dua kedudukan yang bak setinggi bumi dari langit, begitulah sangat jauh berbeda.
Apakah dengan demikian, kata resiko dengan kehadiran kehendak bebas tidaklah tepat disematkan kepada DIA? DIA tidak mungkin dikalahkan oleh makhluk ciptaan dengan segudang keterbatasan.
Walau kedudukan-NYA tidak mungkin di- coup d’état, rencana-NYA bagi alam semesta akan terlaksana (Yeremia 23:20). DIA berdaulat mutlak terhadap dunia dan surga, Sang Pemegang kisah awal dan akhir segalanya (Wahyu 22:13). Namun siapa sangka, Sang Pencipta dapat dibuat berduka, hati perih bak disayat sembilu oleh pilihan dan sikap Adinda!
Ketika TUHAN Allah melihat betapa meluasnya kejahatan manusia, dan bahwa niat hati dan pikiran mereka selalu cenderung kepada kejahatan, maka Ia menyesal telah membuat mereka. Hati-Nya hancur. (Kejadian 6:5,6 FAYH)
Kehendak bebas tidak akan mengancam rencana atau apapun yang diinginkan-NYA bagi alam sini dan alam yang ada di sana. Namun free will berpotensi membuat DIA gundah gulana, bercucuran air mata karena daku dan dikau membuat-NYA kecewa.
Sebagai bagian dari kehendak bebas, daku ada kemampuan membuat-NYA tertawa ataupun sebaliknya. Di ujung sisi yang ekstrim, DIA bisa jadi dapat putus asa bahkan menyesal mengapa daku menjadi ada. Ciri ini menjadikan relasi Adinda dengan Sang Maha Kuasa beralaskan suka sama suka, nan dibumbui cinta yang membara. Hubungan yang bukan bak robot apa lagi boneka yang sekadar ikuti cerita sutradara.
Jika dikau memilih tetap dalam barisan, DIA senang karena itu yang akan membuat hidupmu selama-lamanya riang. Sebaliknya, jika pilihanku melawan, DIA hancur hati karena DIA tahu betapa pahit kelak nasibku hingga di dunia sana.
Bukankah itu gambaran seluruh isi Alkitab? Bak ayah rindu mengharapkan kesadaran si bungsu pulang ke rumah-NYA, Taman Sorga (Lukas 15: 20). Ini perkara kerelaan, kesadaran, suka sama suka sebagai inti pati pilihan sendiri.
Sebagaimana sejak dahulu, sekarang pun hati-NYA dapat hancur karena pilihanku. Sebaliknya juga seperti itu, sikapmu dapat membuat DIA tersipu-sipu. Bak menyambut anak hilang yang sudah begitu lama dirindu. DIA berkehendak daku dan dikau segera pulang, agar tidak ada yang hilang, hingga akhirnya semua senang (2 Petrus 3:9)! (nsm)
![]() |
NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes. Telah terbit buku “Misteri Romantika Ilahi“,”Divine Love Story” dan “The Great Dance of Divine Love” karya NSM |

