“Di hadapan rancangan-NYA yang melampaui waktu, daku tersungkur. Sebab di ujung segala tanya, hanya ada satu jawaban jujur: tidak tahu.” Setiap kali jemari menggoreskan narasi ini, daku selalu tertegun dalam pusaran takjub. Bagaimana tidak? Jika DIA Yang MAHA TAHU, telah tahu bahwa kelak ciptaan-NYA akan berbalik memberontak, mengapakah DIA tetap melangkah dengan rancangan penciptaan? Apakah…
Author: NSM
522. Pelagan Kosmik
“Akhir laga semesta tidak dipahat di atas bintang, melainkan didelegasikan pada jejak kaki Adinda yang hidup di wilayah lawan. Setiap langkah Tuan dan Puanlah yang menentukan tempo garis akhir zaman.” Perkara ini teramat pelik untuk diselami; kian direnungkan, kian membingungkan. Bagaimana mungkin rancangan agung sekaliber Sang MAHA KUASA pun seakan dikangkangi oleh makhluk kekasih-NYA sendiri?…
521. Anti-Eden!
“Di luar rancangan ILAHI, kemegahan peradaban hanyalah cara manusia merajut kebinasaannya sendiri. Di atas samudera zaman yang memberontak, pilihannya mutlak: rakitlah bahtera, atau karam ditelan arus raksasa.” Tafsir kuno atas fragmen the second rebellion dalam Kejadian 6 mengisyaratkan jalinan timbal balik antara yang insani dan yang adikodrati. Disembodied spirits— roh-roh dari keturunan hibrida yang binasa—kini…
520. The Original Plan
“Sejarah bukan pengembaraan tanpa arah, melainkan lingkaran kepulangan ke RUMAH; di mana rancangan-NYA bermula, tertunda, dan akhirnya sempurna!” Entah apa yang memicu mulanya, atau rahasia apa yang menggerakkan hati-NYA; yang pasti, daku dan dikau telah hadir di panggung peradaban. Apa pun ketetapan Sang PENCIPTA, keberadaan Adinda bukanlah sebuah kebetulan tanpa makna. Jika manusia fana saja…
519. The Reconciliation
“Maut adalah putusnya relasi. Akan tetapi, hidup yang fana menjadi berkat baka saat Anda rela membentangkan diri; menjadi jembatan untuk sang pengembara pulang menyambung tali rindu dengan Sang ILAHI.” Daku sulit memahami fakta ini! Semakin diselami, semakin sadar akan keterbatasan nalar. Walau logika mendesak untuk mengurai cerita, akhirnya tiba juga di titik pasrah diri. Jika…
518. Broken Home
Meskipun rumah-NYA retak, namun ambang pintunya tetap terbuka; menanti anak durhaka kembali pulang ke dalam dekapan Sang BAPA. Entahlah! Namun getar ceritanya mustahil dielakkan. Apakah sang penulis sengaja berniat agar daku—sang pembaca yang melintasi ribuan musim kemudian—tak melewatkan pesan rahasianya? Sebuah hikayat memang menyimpan selaksa makna; mungkin di sanalah letak maksud murni sang empunya cerita….
517. Otak-atik
Godaan untuk menyunting satu sekerup kode genetik manusia sebagai ikhtiar mensejajarkan diri dengan Sang PENCIPTA; sebuah gema rayuan purba dari tangan para Penjaga. Di muara misteri yang masih dalam, the second rebellion, Kejadian 6 menyiratkan sebuah intrik kelam. Ada tekad tersembunyi untuk membentuk generasi di luar garis kehendak Sang PENCIPTA. Semacam rekayasa genetik demi melahirkan…
516. Iba!
Keadilan mungkin menuntut amuk samudera, namun tindakan tulus Nuh mampu melunakkan hati-NYA. Di antara riuh rendahnya hidup di era berdasarkan nalar, masihkah tersisa satu pribadi yang sudi membangun bahtera bagi jiwa yang terdampar? Entahlah! Namun, DIA gemar menyapa lewat peristiwa, menari dalam drama, atau terselip di antara bait syair dan lembar sejarah—bahkan dalam getirnya sebuah…
515. Forbidden Knowledge
“Dahulu, cawan forbidden knowledge menumpahkan darah; kini, di era digital peradaban begitu mudah dapat punah. Waspadalah, sebab sejarah era Nuh dapat kembali mewabah dari segala arah!” Bagi Israel kuno, narasi Kejadian 6 adalah pilar krusial dalam memahami rapuhnya tatanan dunia. Jika the first rebellion di Kejadian 3 menitikberatkan pada pilihan manusia melawan titah-NYA, maka narasi…
514. Public Enemy!
“Suara hati tak dapat ditawar-tawar, ditahan dada terasa terbakar. Menjadi public enemy adalah harga yang pantas dibayar untuk panggilan nurani yang dipandang mainstream tidak wajar. Di luar pagar, Sang KHALIK menantinya dengan penuh sabar!” The Survivors. Merekalah jiwa-jiwa yang lolos dari mahaprahara air bah. Para penyintas trengginas yang berkelit dari seribu satu serangan wabah. Tangkas…
513. The Survivors
“Sejarah ditulis oleh sisa-sisa jiwa yang setia. Di atas pundak the survivors, puing-puing dunia disusun kembali menjadi Global Eden yang merangkul seluruh cakrawala.” Apa hendak dikata? Prahara telah nyata di depan mata. Sesuatu yang tampak memikat indra, siapa sangka menyimpan racun maut bagi jiwa. The first rebellion telah pecah. Adam dan Hawa terusir dari taman…
512. Golden Eden
Eden tidak hilang; ia hanya pindah ke dalam rahim ketidakmungkinan, menanti hati yang tulus untuk memanggilnya pulang.” Ini perjalanan di luar nalar. Sebuah petualangan menembus cakrawala. Belum ada kaki fana yang pernah menapak ke sana. Pengembaraan ini merupakan suatu usaha melangkah kembali menuju taman sorga dengan menembus barisan penjaga dengan pedang yang menyala-nyala (Kejadian 3:24)….