Lukas 7:40-43
Lalu Yesus berkata kepadanya: “Simon, ada yang hendak Kukatakan kepadamu.” Sahut Simon: “Katakanlah, Guru.”
“Ada dua orang yang berhutang kepada seorang pelepas uang. Yang seorang berhutang lima ratus dinar, yang lain lima puluh.
Karena mereka tidak sanggup membayar, maka ia menghapuskan hutang kedua orang itu. Siapakah di antara mereka yang akan terlebih mengasihi dia?” Jawab Simon: “Aku kira dia yang paling banyak dihapuskan hutangnya.” Kata Yesus kepadanya: “Betul pendapatmu itu.”
Kita semua berhutang kepada Tuhan… hutang dosa. Kita bersyukur sebab Kristus telah mengampuni kita. Hutang kita telah dibayar lunas oleh darah-Nya.
Hanya saja banyak orang kurang merasa bahwa pengorbanan Kristus sungguh sangat besar. Bahkan ada yang menganggap itu hal biasa saja. Tidak dirasakan dan tidak diresapi.
Sungguh tidak biasa saja ampunan-Nya. Kasih-Nya begitu dalam dan mulia.
Sampai sejauh mana kita yakin dan rasakan anugerah dan ampunan-Nya, maka sejauh itu juga penghargaan kita kepada-Nya. Hal itu yang dikatakan Tuhan Yesus kepada Simon yang menjamu Yesus datang ke rumahnya.
Orang yang merasa hutang dosanya besar kepada Tuhan dan dinyatakan lunas akan memberi respons lebih baik; dibanding dengan orang yang merasa sedikit dan kecil hutang dosanya kepada Tuhan. Apalagi yang merasa biasa-biasa saja; bisa jadi sikapnyapun dingin terhadap Tuhan.
Respons Paulus sungguh luar biasa yang mengatakan di dalam 1 Timotius 1:15-16, “Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: “Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa,” dan di antara mereka akulah yang paling berdosa. Tetapi justru karena itu aku dikasihani, agar dalam diriku ini, sebagai orang yang paling berdosa, Yesus Kristus menunjukkan seluruh kesabaran-Nya. Dengan demikian aku menjadi contoh bagi mereka yang kemudian percaya kepada-Nya dan mendapat hidup yang kekal.”
Dengan lunasnya hutang dosa kita…
• Apakah kita merasa itu biasa saja?
• Apakah kita merasa sedikit saja berdosa?
• Apakah kita merasa paling berdosa?
Selamat beraktifitas
Selamat bekerja.
Selamat melayani.
Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.
Salam dan doa.
Alamta Singarimbun – Bandung.
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Image by Freepik




