426. Beyond Imagination!

Viewed : 205 views

Drama besar sejarah kemanusian, kisah epik peradaban, bermula dari trailer di Taman Eden. Keinginan-NYA sejak semula untuk memerintah ciptaan-NYA yang baru, alam siang-malam, melalui perwakilan yang tercipta menurut gambar dan rupa-NYA, His imagers (Kejadian 1:27).

Kehendak-NYA ini datang dari inisiatif sendiri, asli alias ori dari kerinduan-NYA pribadi. Tanpa ada desakan ataupun dorongan, apalagi ide maupun masukan dari pihak lainnya. Rencana ini sungguh-sungguh murni dari hati-NYA untuk memerintah bersama-sama dengan makhluk alam kasat mata di bumi yang segera akan tercipta (Kejadian 1: 28).

Ini gagasan beyond imagination, visi yang fenomenal, ide cemerlang yang belum pernah ada sebelumnya. Seakan-akan drama itu tengah berkecambuk dalam benak-NYA. Bak seorang maestro arsitektur ternama, sambil berjalan ke kamar mandi DIA bersiul-siul riang gembira karena rancang bangunan itu menyenangkan hati-NYA (Efesus 1:9 …the plans he took such delight in making… versi bahasa Inggris, The Message.). Walau ide itu masih dalam taraf khayalan.

Alkitab dengan elok memilih kata-kata yang begitu menohok, untuk mengungkapkan misteri sepanjang zaman. Penulis kitab Efesus dengan dorongan Roh Kudus menyebut itu sebagai …rahasia kehendak-NYA… sesuai dengan rencana kerelaan-NYA… (Efesus 1:9). Rela bukankah berarti tanpa paksaan, apalagi tergoda karena rayuan?

Dan misteri itu dapat diintip setahap demi setahap mulai terwujud di Taman Eden. Langit telah datang ke bumi, bersatunya dimensi material dengan immaterial. DIA ada di tengah-tengah manusia, Sang Khalik bercengkrama dengan manusia. Bukankah itulah pada dasarnya yang disebut sebagai imanuel, DIA beserta kita?

Dan ini salah satu yang paling sulit bagiku untuk dapat dimengerti!

memilih alias free will (Kejadian 2:16,17). Ini bukan kemampuan ecek-ecek, kata orang Medan. Bukan! Namun kesanggupan memutuskan, bahkan keputusan untuk memilih melawan titah-NYA!

Begitu tebal kabut misteri yang melingkupi anugerah free will. Bukankah begitu berisiko membiarkan manusia berjalan dengan kehendak sendiri? Tidak tahulah! Namun entah bagaimana, DIA terlihat menahan diri untuk tidak intervensi dan membiarkan Adam Hawa mengambil tindakan seturut hati, menentukan pilihan sendiri.

Bukan hanya untuk makhluk bumi, namun juga DIA mempersilakan si ular, makhluk alam sana, untuk menentukan pilihan seturut nalar. Keputusan-NYA menganugerahkan free will baik kepada makhluk sini maupun metafisik ternyata telah menjadikan rencana-NYA seakan-akan amburadul sejak awal!

Apakah mungkin potensi memilih tersebut sebagai unsur hakiki terciptanya Adam Hawa, demikian pula makhluk di alam sana? Elemen utama mengapa Adinda dan makhluk supernatural disebut sebagai anak-anakNYA, bagian dari keluarga-NYA. Ingredien dasar mengapa manusia dan makhluk adikodrati disebut sebagai His imagers!

Sisanya sudah tinggal cerita, kisah malapetaka menimpa sejarah manusia. Manusia pertama telah menentukan pilihan. Keputusan yang membuat setiap insan yang terlahir kemudian otomatis menjadi bagian dari cerita pemberontakan. Tidak ada lagi pilihan, itulah nasib Puan dan Tuan (Roma 3:23). Boleh dikau setuju ataupun ragu, faktanya daku sudah tidak lagi bisa lari dari waktu. Penentu semua yang bernapas di bawah matahari akan mati!

Berbeda dengan makhluk di alam sana. Dari Kitab kejadian 1 hingga ke 3, terblesit hanya si ular memilih untuk memberontak, makhluk pertama dari makhluk adikodrati yang melawan rencana-NYA. Mungkinkah si ular makhluk maya pertama dan satu-satunya yang memilih melawan-Nya? Bagaimana dengan anggota keluarga-NYA yang lain?

Ataukah ada trailer-trailer selanjutnya? Mungkinkah drama yang lebih dahsyat dari Taman Eden masih boleh jadi?

Trailer selanjutnya tidak hanya menyangkut nasib bumi, namun juga mengoncang alam adikodrati! Dan sejauh ini Adinda barulah di halaman-halaman pertama dari kisah epik yang beyond our imagination! (nsm)

NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes.


Telah terbit buku “Misteri Romantika Ilahi“,”Divine Love Story” dan “The Great Dance of Divine Love” karya NSM

Comments

comments