Dengan Tanganku Sendiri Aku Bekerja Untuk Keperluanku

Viewed : 318 views

Kisah Para Rasul 20:33-34
Perak atau emas atau pakaian tidak pernah aku ingini dari siapa pun juga. Kamu sendiri tahu, bahwa dengan tanganku sendiri aku telah bekerja untuk memenuhi keperluanku dan keperluan kawan-kawan seperjalananku.

Seorang pembantu rumah tangga sangat setia kepada majikannya. Upahnya tidak pernah dia minta dinaikkan. Upahnya sepenuhnya ditentukan tuannya. Pengabdiannya penuh. Dia bekerja tekun dan rajin. Mungkin jarang ditemukan orang seperti itu.

Sampai usia tua dia tetap bekerja, bahkan sampai meninggal dunia. Dia tetap bekerja dan mengabdikan diri kepada majikannya seumur hidup.

Apa yang membuatnya seperti itu?

Tidak dapat dijawab dengan jelas pertanyaan ini. Hampir tidak ada pembantu seperti ini. Rela mengabdikan dirinya untuk sebuah keluarga. Seakan dia tidak berkeinginan apa-apa selain mengabdi seumur hidup.

Bagaimana dengan kehidupan kita?
Buat apa dan untuk siapa kita hidup?

Sebenarnya dan semestinya hidup kita dipersembahkan kepada MAJIKAN yang tidak dapat dilihat secara kasat mata: TUHAN.

Sebetulnya kita adalah pembantu-Nya! Barangkali sebutan kita sebagai pembantu Tuhan, itupun masih terlalu tinggi buat kita.

Siapakah kita?
Siapakah Tuhan?

Karena itu, dalam kehidupan kita, mari kita setia kepada Tuhan. Di dalam profesi, pekerjaan, dan pelayanan, mari kita mengabdi sepenuhnya kepada Allah Bapa yang kekal.

Pengabdian kita kepada-Nya semestinya tidak bergantung kepada apa yang Dia beri. Tidak bergantung kepada besar kecilnya rejeki kita. Tidak bergantung kepada tinggi rendahnya karir dan jabatan kita. Tidak bergantung kepada apa pencapaian kita di masa lalu, saat ini, dan nanti. Pengabdian kita kepada-Nya adalah totalitas hidup.

Sesungguhnya Allah sudah memberi yang termahal dan terindah kepada kita. Tuhan Yesus menyerahkan nyawa-Nya buat kita!

Sebab itu, masihkah kita hitung-hitungan apa yang kita lakukan kepada-Nya?
Apakah kita merasa telah berjasa kepada Dia? Semoga tidak!

Hal inilah yang mendasari Rasul Paulus dalam pelayanan dan pengabdiannya berkata, “Perak atau emas atau pakaian tidak pernah aku ingini dari siapa pun juga”
Bagaimana dengan kita?

Selamat beraktivitas.
Selamat bekerja.
Selamat melayani.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.

Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Illustration created using DALLE-3 on Bing Image Creator

Comments

comments