507. Melting Point

Meski Eden hilang dari pandangan, gema cinta-NYA tetap berdenyut dalam sejarah. Markas Sidang Ilahi di bumi telah dijarah. Proyek perluasan Taman Eden ke segala arah terhentilah sudah. Namun hati-NYA tidak berubah. Dengan tangan terbuka DIA mengundang peradaban untuk kembali pulang ke rumah. Diperkirakan alam semesta lahir sekitar 15,5 miliar tahun silam, sejak dentuman besar, big…

506. Cinta Tanpa Suara

“Pemberontakan di Taman Eden seakan meruntuhkan semua impian-NYA, namun hati Sang BAPA tak pernah berubah. Bulan memeluk malam, bintang berbisik lembut, angin membawa pesan tanpa suara. Hanya hati yang merindu yang mampu memeluk cinta tanpa kata-kata.” The first rebellion terjadi di dalam rumah-NYA, bagai pemberontakan anak-anak terhadap Sang Kepala Keluarga. Kehadiran mereka di tengah rumah…

505. Hate to Say Good Bye!

“Cinta pertama di Eden berakhirlah sudah, relasi terluka parah. Namun hati-NYA tidak berubah, meski harus menunggu sepanjang sejarah. Sang BAPA tetap menanti dengan tangan ramah, siap menyambut Adinda yang pulang kembali ke rumah.” Aaahhh… dasar manusia tidak tahu dirasa. Adam dan Hawa memilih berpaling dari Sang ADA, meninggalkan pelukan kasih dan bermain-main dengan api asmara….

504. Universal Divorce

“Cinta-lah landasan relasi dari awal segala kisah. Namun cinta pertama berakhir duka, berulang kali ternoda, dari Eden hingga Babel. Meski luka menikam kalbu, DIA tetap menunggu, sebab cinta sejati tak pernah membeku” Jika in the beginning tidak ada agama, tiada ritual, apalagi prosesi korban untuk berkomunikasi dengan Sang Pencipta, maka bagaimana digambarkan relasi manusia dengan-NYA?…

503. Talak Tiga!

“Dari Eden hingga Babel, riwayat manusia terjalin dalam drama cinta dan pengkhianatan. Namun, Sang Kekasih SEJATI tak pernah melupakan tunangan-NYA, manusia. Di Babel peradaban dipersilakan berjalan sendiri. Namun, gema rencana-NYA tetap berdenyut di balik gulungan waktu. Jalan buntu ataukah Kerajaan-NYA akan tersingkap dalam bentuk horizon baru?” Entah bagaimana mula kisahnya, hingga DIA berkeputusan menciptakan Adam…

502. Communion

“Sedari Eden, kerinduan-NYA ‘curhat’ dari hati ke hati. Bukan hubungan kaku melalui ritual baku. Communion yang tak mengenal sekat dan perantara, di mana hidup kekal berarti terus mengenal Sang Kekasih SEJATI.” Bagaimana jika di balik berbagai agama, keyakinan, dan aneka isme/ paham yang bertebaran di abad ke-21, sesungguhnya tidak lahir dari benih ide murni manusia?…

501. Aturan Main

“Ketika manusia menulis aturan main, yang kudus dipaksa tunduk pada ritual buatan manusia. Tanpa tarian-NYA, Eden menjauh, dan misteri Babel pun lahir dalam bentuk agama.” Aaahhh, kalender dinding dengan berat hati diturunkan. Walau setiap hari begitu bermakna, namun kini tinggal sebatas kenangan. Memori masa lalu tak mungkin diulangi, yang sudah terjadi tak dapat diralat kembali….

500. Utopia Dystopia

Di balik bangunan megah Menara Babel tersembunyi misterius sebuah gagasan: ide tentang kemandirian, keyakinan manusia mampu kembali menyentuh ranah Taman Surga. Dengan kekuatan sendiri, manusia yakin mampu membalikkan peristiwa Eden yang menyakitkan. Diusir paksa meninggalkan alam istimewa, alam berdimensi tiada duanya, suasana persilangan antara bumi dan surga. Surga terasa di bumi, bumi pun bernafas di…

499. Woke Culture

Kerajaan Agama berkembang pesat sejak diproklamasikan di peristiwa Menara Babel. Nilai-nilai Kekristenan telah mempengaruhi peradaban Barat secara signifikan selama ratusan tahun. Pengaruh itu bertahan hingga kini, meski jumlah penganut kian menyusut dan mulai menjauh dari akar rohaninya. Dimulai dari komunitas kecil di Yerusalem pada awal abad pertama, namun setelah diakui sebagai agama negara pada abad…

498. Idols

Bagaimana jika di balik tampilnya berbagai agama atau aliran kepercayaan, bukan sekadar hikmat manusia, melainkan sosok bayangan gelap yang tak henti menggoda peradaban? Demikian pula lahirnya Ateisme dan Deisme, dari Agnostisisme hingga Materialisme, dari Eksistensialisme hingga Nihilisme, hingga pesatnya teknologi AI dengan deepfake-nya tak luput dari bisikan si ular (2 Korintus 11:3). Di balik menara,…

497. Prank!

Dunia ini panggung tipu-menipu: yang keliru justru diburu, yang nomor satu hanya dianggap sebatas isu. Sejak awal hingga deepfake menjadi penemuan fenomenal, peradaban selalu tergiur oleh yang abal-abal. Tak lagi jelas bedanya antara yang palsu dan yang bermutu. Ilusi tampak sejati, hakiki dianggap mimpi. Inilah alam tempat daku dan dikau mencari sesuap nasi dan berjuang…

496. Deepfake!

Sejarah peradaban bermula dari drama tipu-menipu, umpan rayuan maut yang mematikan. Author kitab Kejadian memilih tragedi ini dibandingkan narasi lain yang lebih mulia. Sejoli polos terperangkap dalam jebakan, dan dari sana lahirlah kisah manusia yang tak pernah lepas dari bayang-bayang tipu daya. Adam dan Hawa tergoda oleh apa yang terlihat (Kejadian 3:6). Yang kasat mata…