“Ketika mitos purba memahat takdir manusia sekadar sebagai budak dari sisa darah konflik antardewa, sebuah kebenaran radikal mendobrak: Sang PENCIPTA justru dengan sukarela mengikatkan diri-NYA pada insan dalam keabadian komitmen cinta!” Tentu bukan Alkitab satu-satunya yang melantunkan riwayat Penciptaan Manusia (Kejadian 1), prahara Air Bah (Kejadian 6), dan drama Menara Babel (Kejadian 11). Lembaran sastra…
Category: Cinta
526. What’s Next!
”Ketika bumi bulat bersepakat menendang langit, DIA seakan terjepit. Menantikan langkah-NYA berkelit, membuat penghulu malaikat pun tak kuasa berkedip!” Rentetan kisah epik—mulai dari Taman Eden, Air Bah, hingga Menara Babel—menjadi kesaksian Alkitab tentang free will. Inilah anugerah istimewa bagi makhluk ciptaan, baik insan maupun entitas tak kelihatan: kebebasan untuk menentukan pilihan. Sebuah karunia untuk menuruti…
525. Pembangkan Semesta
”Sejarah peradaban tidak lain adalah riwayat insani yang gemar menggempur takhta ILAHI. Saat titah agung ditampik demi mendaulat ego hati, tampaklah bukti: manusia memang sepenuhnya merdeka untuk memilih jalannya sendiri.” Peradaban boleh saja silang pendapat perihal diri-NYA. Mulai dari mereka yang memeluk keyakinan beralaskan iman semata bahwa DIA ada, hingga yang kukuh meyakini 100%—merasa ditopang…
524. Exit Strategy!
“Tatkala Original Plan di ambang gagal total, DIA mencari yang tawakal. Peradaban memuja bilangan, Nuh berdiri sendirian. Kaum yang di bawah radar peradaban justru menjadi celah sempit rencana-NYA dititipkan!” Entah bagaimana, dalam kronik peradaban, tatkala nyaris seluruh manusia hidup mendurhakai titah-NYA, selalu saja ada segelintir jiwa yang tersisa. Mereka bergerak melawan arus; sekelompok kecil yang…
523. Tidak Tahu!
“Di hadapan rancangan-NYA yang melampaui waktu, daku tersungkur. Sebab di ujung segala tanya, hanya ada satu jawaban jujur: tidak tahu.” Setiap kali jemari menggoreskan narasi ini, daku selalu tertegun dalam pusaran takjub. Bagaimana tidak? Jika DIA Yang MAHA TAHU, telah tahu bahwa kelak ciptaan-NYA akan berbalik memberontak, mengapakah DIA tetap melangkah dengan rancangan penciptaan? Apakah…
522. Pelagan Kosmik
“Akhir laga semesta tidak dipahat di atas bintang, melainkan didelegasikan pada jejak kaki Adinda yang hidup di wilayah lawan. Setiap langkah Tuan dan Puanlah yang menentukan tempo garis akhir zaman.” Perkara ini teramat pelik untuk diselami; kian direnungkan, kian membingungkan. Bagaimana mungkin rancangan agung sekaliber Sang MAHA KUASA pun seakan dikangkangi oleh makhluk kekasih-NYA sendiri?…
521. Anti-Eden!
“Di luar rancangan ILAHI, kemegahan peradaban hanyalah cara manusia merajut kebinasaannya sendiri. Di atas samudera zaman yang memberontak, pilihannya mutlak: rakitlah bahtera, atau karam ditelan arus raksasa.” Tafsir kuno atas fragmen the second rebellion dalam Kejadian 6 mengisyaratkan jalinan timbal balik antara yang insani dan yang adikodrati. Disembodied spirits— roh-roh dari keturunan hibrida yang binasa—kini…
520. The Original Plan
“Sejarah bukan pengembaraan tanpa arah, melainkan lingkaran kepulangan ke RUMAH; di mana rancangan-NYA bermula, tertunda, dan akhirnya sempurna!” Entah apa yang memicu mulanya, atau rahasia apa yang menggerakkan hati-NYA; yang pasti, daku dan dikau telah hadir di panggung peradaban. Apa pun ketetapan Sang PENCIPTA, keberadaan Adinda bukanlah sebuah kebetulan tanpa makna. Jika manusia fana saja…
519. The Reconciliation
“Maut adalah putusnya relasi. Akan tetapi, hidup yang fana menjadi berkat baka saat Anda rela membentangkan diri; menjadi jembatan untuk sang pengembara pulang menyambung tali rindu dengan Sang ILAHI.” Daku sulit memahami fakta ini! Semakin diselami, semakin sadar akan keterbatasan nalar. Walau logika mendesak untuk mengurai cerita, akhirnya tiba juga di titik pasrah diri. Jika…
518. Broken Home
Meskipun rumah-NYA retak, namun ambang pintunya tetap terbuka; menanti anak durhaka kembali pulang ke dalam dekapan Sang BAPA. Entahlah! Namun getar ceritanya mustahil dielakkan. Apakah sang penulis sengaja berniat agar daku—sang pembaca yang melintasi ribuan musim kemudian—tak melewatkan pesan rahasianya? Sebuah hikayat memang menyimpan selaksa makna; mungkin di sanalah letak maksud murni sang empunya cerita….
517. Otak-atik
Godaan untuk menyunting satu sekerup kode genetik manusia sebagai ikhtiar mensejajarkan diri dengan Sang PENCIPTA; sebuah gema rayuan purba dari tangan para Penjaga. Di muara misteri yang masih dalam, the second rebellion, Kejadian 6 menyiratkan sebuah intrik kelam. Ada tekad tersembunyi untuk membentuk generasi di luar garis kehendak Sang PENCIPTA. Semacam rekayasa genetik demi melahirkan…
516. Iba!
Keadilan mungkin menuntut amuk samudera, namun tindakan tulus Nuh mampu melunakkan hati-NYA. Di antara riuh rendahnya hidup di era berdasarkan nalar, masihkah tersisa satu pribadi yang sudi membangun bahtera bagi jiwa yang terdampar? Entahlah! Namun, DIA gemar menyapa lewat peristiwa, menari dalam drama, atau terselip di antara bait syair dan lembar sejarah—bahkan dalam getirnya sebuah…