“Dahulu, cawan forbidden knowledge menumpahkan darah; kini, di era digital peradaban begitu mudah dapat punah. Waspadalah, sebab sejarah era Nuh dapat kembali mewabah dari segala arah!” Bagi Israel kuno, narasi Kejadian 6 adalah pilar krusial dalam memahami rapuhnya tatanan dunia. Jika the first rebellion di Kejadian 3 menitikberatkan pada pilihan manusia melawan titah-NYA, maka narasi…
Category: Cinta
514. Public Enemy!
“Suara hati tak dapat ditawar-tawar, ditahan dada terasa terbakar. Menjadi public enemy adalah harga yang pantas dibayar untuk panggilan nurani yang dipandang mainstream tidak wajar. Di luar pagar, Sang KHALIK menantinya dengan penuh sabar!” The Survivors. Merekalah jiwa-jiwa yang lolos dari mahaprahara air bah. Para penyintas trengginas yang berkelit dari seribu satu serangan wabah. Tangkas…
513. The Survivors
“Sejarah ditulis oleh sisa-sisa jiwa yang setia. Di atas pundak the survivors, puing-puing dunia disusun kembali menjadi Global Eden yang merangkul seluruh cakrawala.” Apa hendak dikata? Prahara telah nyata di depan mata. Sesuatu yang tampak memikat indra, siapa sangka menyimpan racun maut bagi jiwa. The first rebellion telah pecah. Adam dan Hawa terusir dari taman…
512. Golden Eden
Eden tidak hilang; ia hanya pindah ke dalam rahim ketidakmungkinan, menanti hati yang tulus untuk memanggilnya pulang.” Ini perjalanan di luar nalar. Sebuah petualangan menembus cakrawala. Belum ada kaki fana yang pernah menapak ke sana. Pengembaraan ini merupakan suatu usaha melangkah kembali menuju taman sorga dengan menembus barisan penjaga dengan pedang yang menyala-nyala (Kejadian 3:24)….
511. Eden Baru
Di sebelah timur Eden, terhamparlah sebuah taman purba. Sebuah sungai tunggal mengalir di sana, lalu membelah menjadi empat cabang utama (Kejadian 2:10). Sungai-air sebagai perlambang kesuburan dan kehidupan mengalir deras ke empat penjuru mata angin. Membawa sari pati ‘sorga di bumi’ ke seluruh hamparan negeri. Dalam lidah Ibrani, kata ‘Eden’ berbisik tentang satu makna: kesenangan….
510. Mempelai Purba
“Napas Eden adalah janji setia, loyalitas sukma, sebuah ikatan pertunangan suci yang merindukan kepulangan setiap jiwa kembali ke pelukan-NYA.” Entahlah, agaknya telah menjadi suratan yang terpahat dalam setiap eksistensi; bahwa pada setiap pribadi, senantiasa melekat kerinduan purba untuk dikenal dan mengenal, untuk dicintai dan mencintai. Lumrah kalau dikatakan: ”Tak kenal maka tak sayang.” Jalinan ‘kenal-cinta’…
509. Undangan Agung
“Adinda bukan sekadar makhluk yang tercipta, melainkan insan yang dirindukan hadir untuk larut kedalam sedapnya madu koinonia Sang BAPA-ANAK.” Tiada yang tahu; misteri ini akan selamanya terkunci, menjadi satu rahasia purba yang tersembunyi abadi di kedalaman diri Sang ILAHI! Andai DIA tidak melabuhkan seuntai isyarat, niscaya maksud keberadaanku hanyalah tanda tanya pekat yang terus menghimpit…
508. Router Ilahi
Amanat bertambah banyak dan beranak cucu bermaksud agar Taman Eden semakin luas. Apa gerangan yang ada di luar Taman? Bumi ditaklukkan dengan kehadiran imago Dei sehingga signal kerajaan-NYA “ON” di seluruh negeri. Ibarat Proyek Strategis Nasional berskala kosmik, Taman Eden menjadi kantor pusat manajemen ilahi. Proyek besar untuk meluaskan taman hingga meliputi seluruh negeri. Kerinduan-NYA…
507. Melting Point
Meski Eden hilang dari pandangan, gema cinta-NYA tetap berdenyut dalam sejarah. Markas Sidang Ilahi di bumi telah dijarah. Proyek perluasan Taman Eden ke segala arah terhentilah sudah. Namun hati-NYA tidak berubah. Dengan tangan terbuka DIA mengundang peradaban untuk kembali pulang ke rumah. Diperkirakan alam semesta lahir sekitar 15,5 miliar tahun silam, sejak dentuman besar, big…
506. Cinta Tanpa Suara
“Pemberontakan di Taman Eden seakan meruntuhkan semua impian-NYA, namun hati Sang BAPA tak pernah berubah. Bulan memeluk malam, bintang berbisik lembut, angin membawa pesan tanpa suara. Hanya hati yang merindu yang mampu memeluk cinta tanpa kata-kata.” The first rebellion terjadi di dalam rumah-NYA, bagai pemberontakan anak-anak terhadap Sang Kepala Keluarga. Kehadiran mereka di tengah rumah…
505. Hate to Say Good Bye!
“Cinta pertama di Eden berakhirlah sudah, relasi terluka parah. Namun hati-NYA tidak berubah, meski harus menunggu sepanjang sejarah. Sang BAPA tetap menanti dengan tangan ramah, siap menyambut Adinda yang pulang kembali ke rumah.” Aaahhh… dasar manusia tidak tahu dirasa. Adam dan Hawa memilih berpaling dari Sang ADA, meninggalkan pelukan kasih dan bermain-main dengan api asmara….
504. Universal Divorce
“Cinta-lah landasan relasi dari awal segala kisah. Namun cinta pertama berakhir duka, berulang kali ternoda, dari Eden hingga Babel. Meski luka menikam kalbu, DIA tetap menunggu, sebab cinta sejati tak pernah membeku” Jika in the beginning tidak ada agama, tiada ritual, apalagi prosesi korban untuk berkomunikasi dengan Sang Pencipta, maka bagaimana digambarkan relasi manusia dengan-NYA?…