Kerajaan Agama berkembang pesat sejak diproklamasikan di peristiwa Menara Babel. Nilai-nilai Kekristenan telah mempengaruhi peradaban Barat secara signifikan selama ratusan tahun. Pengaruh itu bertahan hingga kini, meski jumlah penganut kian menyusut dan mulai menjauh dari akar rohaninya. Dimulai dari komunitas kecil di Yerusalem pada awal abad pertama, namun setelah diakui sebagai agama negara pada abad…
Category: Cinta
498. Idols
Bagaimana jika di balik tampilnya berbagai agama atau aliran kepercayaan, bukan sekadar hikmat manusia, melainkan sosok bayangan gelap yang tak henti menggoda peradaban? Demikian pula lahirnya Ateisme dan Deisme, dari Agnostisisme hingga Materialisme, dari Eksistensialisme hingga Nihilisme, hingga pesatnya teknologi AI dengan deepfake-nya tak luput dari bisikan si ular (2 Korintus 11:3). Di balik menara,…
497. Prank!
Dunia ini panggung tipu-menipu: yang keliru justru diburu, yang nomor satu hanya dianggap sebatas isu. Sejak awal hingga deepfake menjadi penemuan fenomenal, peradaban selalu tergiur oleh yang abal-abal. Tak lagi jelas bedanya antara yang palsu dan yang bermutu. Ilusi tampak sejati, hakiki dianggap mimpi. Inilah alam tempat daku dan dikau mencari sesuap nasi dan berjuang…
496. Deepfake!
Sejarah peradaban bermula dari drama tipu-menipu, umpan rayuan maut yang mematikan. Author kitab Kejadian memilih tragedi ini dibandingkan narasi lain yang lebih mulia. Sejoli polos terperangkap dalam jebakan, dan dari sana lahirlah kisah manusia yang tak pernah lepas dari bayang-bayang tipu daya. Adam dan Hawa tergoda oleh apa yang terlihat (Kejadian 3:6). Yang kasat mata…
495. Kekal – Temporal
Warisan Babel bukan perkara sepele dalam membentuk pola pikir umat manusia. Sekilas, narasinya tampak sederhana—mungkin selama ini hanya dianggap sebagai konsumsi anak-anak Sekolah Minggu. Namun di balik peristiwa besar Menara Babel tersimpan mindset yang diam-diam ditanamkan ke dalam tubuh peradaban: Pola pikir yang mempertentangkan nilai pekerjaan duniawi dan spiritual menjalar seperti api liar yang tak…
494. Dikotomi
Bisa jadi, warisan Menara Babel yang paling mempengaruhi peradaban dan kehidupan umat secara luas adalah cara pandang terhadap jenis pekerjaan. World view ini diwariskan lintas generasi, melalui sistem nilai dari pandangan masyarakat umum terhadap suatu bentuk kegiatan. Paradigma yang membelah alam menjadi dua kutub ekstrem: pekerjaan yang dianggap rohani, dan pekerjaan yang dicap duniawi. Langsung…
493. Sisa Hidup!
Sahabat² yang terkasih, met pagi, moga semua sehat dan baik². Saya dan keluarga, mengucapkan terima kasih se-besar²nya untuk perhatian, dukungan, dan doanya sejak dirawat sekitar 1 tahun lalu hingga Nana mengakhiri langkah perjalanan hidupnya dengan tenang dan damai pada hari Senin, 13 Oktober 2025. Perhatian teman² telah turut memampukan kami berjalan setapak demi setapak walau…
492. Tidak Biasa
Jalan hidup tidak bisa diduga, siapa tahu apa yang akan datang tiba². Langit pagi yang begitu cerah, belum siang, secepat kilat berubah. Awan kelabu seakan rindu selalu berada di sampingku. Awan kelabu inilah yang membawaku berulang kali datang ke kota ini. Walau banyak kawasan turis yang menarik pelancong, namun perjalanan harianku hanyalah dari penginapan ke…
491. Jeritan Batin
Misteri Babel telah menancap dalam di jantung peradaban. Ke mana harus berlari, jalan mana harus ditapaki, jika batin terus memberontak, ingin pulang ke rumah BAPA? Maksud hati memalingkan wajah dari Sang Pencipta, namun jeritan batin tak sejalan dengan logika: ada kerinduan yang tak bisa dibungkam! Sudah kodratnya: manusia diciptakan menurut gambar dan rupa-NYA (Kejadian 1:26)….
490. Kasta Rohani
Dampak misteri Menara Babel terhadap daku—dan besar kemungkinan juga terhadap dikau—jauh melampaui apa yang sekadar tersurat. Peristiwa dari kisah purba ini mengandung makna yang kelak akan mengguncang umat dengan dahsyat. Narasinya menjangkau lebih jauh daripada sekadar riwayat lahirnya beragam bahasa dan logat. Di Babel-lah, untuk pertama kalinya, fondasi berdirinya agama terlihat. Bertolak dari kerinduan-NYA agar…
489. Labirin Kehidupan
Di Babel, peradaban menceraikan diri dari YHWH, bersikeras menapak jejaknya sendiri. Bukannya meninggikan Nama-NYA, manusia justru bersiteguh meraih nama demi kemuliaan diri (Kejadian 11:4). Maka berdirilah menara, bukan sekadar batu dan bata, melainkan kesombongan yang hendak menyentuh langit tempat DIA bertahta. Ambisi kesetaraan itu telah bersemayam dalam hati si ular sejak di Taman Surga (Yesaya…
488. Terkotak-kotak
Aaahhh..! Kutemui diriku hanyut, terseret arus gelombang manusia yang berlari sekuat tenaga menuju satu arah yang tak terjelaskan. Kutatap ke kiri, kuperhatikan yang di kanan, bahkan yang di belakang—semua berlari seperti kesurupan. Sikut kiri, sikut kanan, tak peduli kawan—semua berlomba mencapai impian: hidup mapan! Telah berlari puluhan tahun, namun belum terlihat garis akhir dari suatu…