104. ‘Prahara Cinta’

Viewed : 1,255 views

Tak ada yang berharap rumah tangganya dilanda isu masa kini. Itu jauh dari bayangan bagi sejoli yang lagi mengikat janji. Om, tante, handai tolan, semua berharap keluarga mereka harmoni. Mengikat janji di depan padri untuk sehidup semati. Doa dilantunkan agar mereka menjadi keluarga yang serasi. Ini baru tekad dini, masih panjang jalan yang dilalui. Segala upaya dilakukan agar cinta terus bersemi.

Kisah cinta, kisah surgawi. Sejatinya, cinta itu bagian yang paling dalam di kehidupan. Cinta itu lebih nyata dari realitas. Tak dapat dibayangkan hidup tanpa cinta. Kodratnya, insan itu merupakan makhluk yang rindu dikasihi, senang diperhatikan, dan haus dicintai. Kemanusiaan ada karena cinta. Jika panah amor menembus hati, maka nalar terhenti.

Bayangkan jejaka jatuh cinta kepada seorang putri.

Pikirannya tertambat habis kepada sang dewi.

Dunia tak berarti karena memiliki sang doi.

Dia bak nenek lampir tetap saja dia maharani.

-Dari lirik lagu When A Man Loves A Woman

Entah bagaimana, cinta menyatukan dua jiwa, melebur jadi kesatuan yang tak terpisahkan. Kekasihnya adalah satu-satunya dalam hati. Maaf, hal lain tak ada tempat lagi. Kekasihnya telah merenggut hatinya, jiwanya telah dicengkeram oleh cinta.Tak ada alat ataupun obat yang berkhasiat sedahsyat cinta.

11supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita. 21supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita.

-Yohanes 17

Wow, wow, wow, adakah gambaran yang lebih gamblang tentang cinta yang menyatukan seperti dalam Injil Yohanes tersebut? Sahabat, saya, kita semua kekasih Allah dan bersatu padu dalam diri Sang Ilahi!

Ups, inikah kerinduan Allah sejak sebelum dunia dijadikan? Apakah “impian”-Nya dari semula agar Sahabat bersatu dengan kekasih jiwamu, Allah? Imajinasi yang paling liar sekalipun sulit membayangkan pengalaman cinta nan abadi seperti ini.

Mengalami cinta adalah mengalami hidupmu.

Kehilanganmu adalah kehilangan diriku.

-Candra Malik

Aaahhh, ini paling sulit dimengerti. Di Taman Eden, cinta sejati sudah dikhianati. Mungkin lebih pas kalau disebut Dia membiarkan cinta-Nya dinodai. Ya Allah, mengapa Engkau diam seolah-olah tutup mata? Akibatnya? Apa yang Sahabat rasa, saya pun merasa. Masa Sahabat tak merasakan? Tak ada yang lebih sakit dari kekasih yang berubah setia! Sahabat sakit, saya sakit, dan Dia terluka. Saya kehilangan diri-Mu, dan sejatinya saya kehilangan diriku sendiri. Ke mana harus kucari?

Aaahhh, jangan-jangan kisah hidup Sahabat adalah sejatinya kisah Prahara Cinta kosmik. Kisah yang mulanya sebelum ada langit-bumi dan akan terus hingga dalam keabadian. Prahara ini dapat dirasakan dari kisah cinta yang menjadi berita hangat beberapa hari belakangan ini. Sakit, terluka, dan pahit. Mendengar beritanya saja terasa ngilu ulu hati. Mungkinkah ngilu itu yang tengah Dia rasa? Masyaallah, hatiku kebas, saya tak merasa! Dan saya berkata: “Aaahhh gak ada masalah, fine fine saja!” Saya insan celaka!(nsm).

NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes.


Telah terbit buku “Misteri Romantika Ilahi” dan “Divine Love Story” karya NSM

Comments

comments