Kisah cinta di Taman Eden, romantika kalbu melebihi cerita anak Sekolah Minggu. Mulanya jauh lebih dulu dari waktu dan berlangsung terus walau segalanya berlalu. Awalnya sebelum ada segala sesuatu, maka terciptalah Sahabat dan saya. Allah jatuh cinta kepada Sahabat. Dengarkan Dia bersenandung rindu.
[KU]kenal dikau lalu jatuh cinta.
Bagai pertama.
Dan [KU]cumbu dikau.
Penuh kasih mesra bagai ceritera.
Ooh dikau adinda.
Tak [KU]duga dikau balas cinta[KU].
Penuh kasih bagai ceritera.
Dikau yang pertama.
Dikau yang satu.
-Terinspirasi lirik lagu Karmila oleh Farid Hardja
Entah bagaimana mulanya. Tak tahu bagaimana awalnya. Dia jatuh cinta kepadamu pada “pandangan pertama”. Cinta-Nya utuh bulat tak terbelah. Dalam kamus cinta-Nya, Sahabat adalah cinta pertama-Nya. Cinta pertama dan terakhir. Allah mencintaimu bagai senantiasa itu cinta pertama-Nya. Dia mencintai Sahabat seperti Sahabat seorang diri saja yang ada di muka bumi ini. Lha yang lain? Yang lain hanya figuran. Cinta-Nya kepada Sahabat bagai cinta pertama yang tak bakal terbelah.
God loves each one of us as if there was only one of us to love.
-St. Augustine
Aaahhh, Sahabat mengertilah artinya cinta pertama. Sahabat itu fokus cinta-Nya, seolah-olah tak ada lagi yang lainnya. Waktu terasa begitu cepat berlalu, selalu ingin bertemu. Jumpa tak jemu-jemu, ingin selalu memandang wajahmu. Siang malam selalu terbayang senyummu. Kalau jumpa, maka puaslah hatiku.
Mencintaimu itu merasakan denyut hatimu. Cinta sejati mengikat dua pribadi jadi satu, dua hati berpadu. Sahabat dan Allah jadi satu padu. Bahagia-Mu, senangku; sukacita-Mu, gembiraku. “Mereka bukan dua, tapi satu!” Sahabat dan Allah telah menjadi satu.
You’re beautiful from head to toe, my dear love, beautiful beyond compare, absolutely flawless.
-Kidung Agung 4:7, the Message: Kekasih-[KU], engkau cantik sekali tak ada duanya, dari kepala hingga ujung jari sempurna tak ada cela.
Bisa jadi Allah senantiasa kesengsem bak cinta pertama kepada Sahabat. Kalau sudah dimabuk asmara, semuanya terasa indah nan syahdu. Di hadapan-Nya, saat hari-hari awal di Taman Eden, Sahabat telah berhasil “mencuri” hati-Nya. Semua kekuatan Sang Khalik digerakkan melulu hanya untuk mencintaimu.
²Mostly what God does is love you.
-Efesus 5. The Message: Kerja Allah hanya satu, mencintaimu!
First Love Never Dies, cinta-Nya tak akan padam. Layaknya hari-hari pertama di Taman Eden, begitulah cinta-Nya kepadamu kini. Cinta-Nya tak lekang ditelan waktu, tak retak oleh sikapmu. Sehidup semati, Dia rindu ingin selalu bersamamu. Sejak dahulu, kini, dan nanti, cinta-Nya tak luntur dan tetap abadi. Tidakkah Sahabat dapat merasakan rindu-Nya?
![]() |
NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes.
Telah terbit buku “Misteri Romantika Ilahi” dan “Divine Love Story” karya NSM |



