ALLAH adalah kasih, segala sesuatu DIA lakukan dalam kasih. Selfless Love, kasih tanpa pamrih, tanpa menuntut balas. Itu kasih tanpa syarat. DIA mengasihi, karena itulah jati diri-NYA. Tidak mungkin DIA tidak mengasihimu, terlepas dikau seorang percaya yang taat, ataupun penganut ateisme, apalagi free thinkers, maupun ‘none’ (tak beragama). Cinta-NYA takkan berkurang walaupun dikau seorang politikus licik ataupun tokoh pengumbar ‘ujaran kebencian’. Cinta-NYA kepadamu tak ter-kotak² berdasarkan suku ras agama alias SARA. Kebenaran ini menenangkan hati yang panas dalam suasana politik di negeri ini.
Ketika mereka mendengar bunyi langkah TUHAN ALLAH, yang berjalan-jalan dalam taman itu pada waktu hari sejuk, (kej 3:8)
Cintalah yang ‘mendorong’-NYA untuk ‘keluar’ menginjakkan kaki di bumi, di taman yang diairi sebuah sungai bercabang empat (Kej 2:10). Cintalah yang ‘membuat’ DIA rindu ‘bercengkrama’ dengan manusia ciptaan-NYA. ALLAH ber-jalan² di taman itu, Selfless Love, selalu ingin dekat dengan kekasih-NYA. Itulah namanya cinta, selalu ingin berdampingan.
Aku jauh, ENGKAU jauh
Aku dekat, ENGKAU dekat
Walau lagu ‘TUHAN’ (Bimbo) sangat populer beberapa dekade silam karena menyentuh hati, namun bagian reff lagu di atas tidak menggambarkan Sang CINTA. Cinta-NYA tak bergantung pada emosi, sikap, dan tindakan serta usahamu. Mungkin reff lagu itu lebih tepat dikatakan:
Aku jauh, ENGKAU dekat
Aku dekat, ENGKAU dekat
Janggal kan? Begitulah Alturistic Love, ‘jauh dekat’, DIA tetap cinta. Memenuhi tuntutan kewajiban ritual agama di negara ‘seribu’ keyakinan ini adalah tindakan yang terpuji. Sayang, itu tidak menambah cinta-NYA. Tinggalkan niatmu merayu DIA agar lebih mencintaimu dengan ber-lelah² memenuhi daftar panjang kewajiban itu.
Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran.(Hos 6:6) I’m after love that lasts, not more religion. I want you to know GOD, not go to more prayer meetings. The Message (terjemahan bebas): AKU menginginkan cinta, selfless love, bukan menambah daftar kewajiban agama. AKU rindu dikau mengenal cinta tanpa pamrih, bukan lebih giat dalam pelayanan.
DIA tak terpikat dengan kemampuanmu memberi persembahan. Namun, DIA terkesima kala sebenggol yang dikau punya diberikan ke pe-minta² yang kehausan. DIA tak terpukau dengan khotbahmu yang ber-api² dan tak pula terpincut karena merdunya suara pujianmu. Akan tetapi DIA ter-mangu² ketika sepatah kata yang dikau ucapkan membuat yang putus asa jadi kembali dapat menegakkan kepala. DIA tak terkesan dengan jabatan terhormatmu dalam ritual ibadah. Tetapi DIA terpana waktu dikau rela mendatangi mereka yang menurut dunia ini terpinggirkan, gak masuk hitungan.
Tak tak dan tak! DIA tak tertawan dengan banyaknya anak rohanimu, begitupun dengan usahamu meninggalkan hal² duniawi dan menjadi ‘hamba’ ALLAH! Sebaliknya, DIA suka, DIA terpesona ketika dikau mengasihi mereka yang membencimu, merangkul mereka yang merendahkanmu. DIA bangga menyebut dikau anak²NYA karena niatmu membawa damai di dunia yang penuh iri dan dengki.
Sejatinya dari semula engkau tercipta karena cinta. Dari semula cinta yang menjadi jalan hidupmu. Itulah yang membuat engkau manusia, ketika cinta mendekatkan yang jauh dengan meruntuhkan tembok pemisah, kebencian. Moga dikau menjadi pembawa damai! (nsm)
![]() |
NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes. |




