RENUNGAN
Yohanes 3:36
Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya.
Tembok terdiri dari dua unsur utama yang sangat penting yaitu semen dan batu bata. Tanpa batu bata, tembok tidak dapat dibentuk. Lantas kuat dan melekatnya batu bata ditentukan oleh kualitas semen. Tanpa perekat yang kuat, tembok mudah goyah dan peka terhadap guncangan.
Hidup manusia seumpama berdirinya tembok; memiliki dua sisi penting yakni waktu dan alasan untuk hidup.
Dari sisi waktu, manusia normal ingin hidup selama mungkin di dunia ini, ingin hidup lanjut. Salah satu kekhawatiran dan ketakutan terbesar manusia pada umumnya adalah menghadapi kematian, karena kematian merupakan fenomena dan menjadi misteri bagi sebagian besar umat manusia. Sebab itu manusia berusaha untuk hidup sehat dan bekerja agar ada rejeki untuk melanjutkan hidup.
Namun usia panjang saja tidaklah cukup. Ada sisi penting lain yang harus dipikirkan dengan bijak, yakni apa alasan untuk hidup.
Untuk apa kita hidup berlama-lama menghabiskan hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan dan tahun demi tahun? Masing-masing orang memiliki jawaban sesuai pola pikir dan keyakinannya.
Sia-sia jika hidup ini dihabiskan begitu saja tanpa tujuan yang pasti, tanpa kualitas hidup sesuai dengan apa yang Allah mau. Setelah hidup ini, ada lagi kelanjutan hidup yang lain yang berbeda dimensinya, dimana kita akan hidup dalam kekekalan.
Kehidupan di dalam kekekalan ditentukan oleh keputusan-keputusan yang diambil dan dijalani saat ini.
Allah mengasihi kita dan Dia mau agar kita hidup bersama Dia di dalam kekekalan. Oleh karena itu hal terbaik yang harus dilakukan adalah:
1. Hendaklah percaya dan yakin akan kasih-Nya dan ambillah keputusan untuk menerima Yesus secara pribadi dalam hati. Kerena Dialah Jalan dan Kehidupan.
2. Belajar dan berkomitmen untuk setia dan taat kepada Allah.
3. Memegang dan mengimani janji-janji Allah.
Dalam setiap situasi, biarlah hidup kita dipimpin Allah.
Dengan demikian hidup kita akan teguh laksana tembok yang kokoh berdiri.
Selamat belajar
Selamat bekerja
Selamat beraktifitas
Selamat melayani
Tuhan memberkati. Amin
Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |




