Berjuang Untuk Hidup Berkenan Kepada-Nya

Viewed : 533 views

2 Yohanes 1:4
Aku sangat bersukacita, bahwa aku mendapati, bahwa separuh dari anak-anakmu hidup dalam kebenaran sesuai dengan perintah yang telah kita terima dari Bapa.

Rasul Yohanes ungkapkan rasa bahagia dan sukacitanya karena orang-orang yang telah percaya hidup di dalam kebenaran.

Kita telah dibenarkan oleh Kristus. Status kita menjadi anak-anak-Nya. Kita berterima kasih atas hal ini.

Setelah kita dibenarkan Kristus, maka jika kita berpikir benar, maka kita haruslah nyatakan itu dalam sikap dan tindakan kita. Ada terus-menerus perubahan nyata ke arah yang lebih benar dalam diri kita. Meninggalkan sifat manusia lama.

Jika kita merasa cukup dibenarkan saja tanpa ada kelanjutannya dalam perubahan tingkah laku, itu artinya kita berpikir tidak benar. Berpikir seperti ini tentu tidak dikehendaki Allah. Apakah kita akan hidup di luar kehendak-Nya?

Meski sulit, namun bersama Kristus kita bisa. Tuhan Yesus yang memberi kekuatan. Sebab itu, bersama Dia mari kita terus berjuang untuk hidup dalam kebenaran. Hidup taat. Hidup berkenan kepada-Nya.

1 Tesalonika 4:1
Akhirnya, saudara-saudara, kami minta dan nasihatkan kamu dalam Tuhan Yesus: Kamu telah mendengar dari kami bagaimana kamu harus hidup supaya berkenan kepada Allah. Hal itu memang telah kamu turuti, tetapi baiklah kamu melakukannya lebih bersungguh-sungguh lagi.

Dengan hidup dalam kebenaran, maka kita termasuk dalan kumpulan separuh orang-orang yang membuat rasul Yohanes bersukacita… terlebih Kristus.

Selamat Hari Minggu.
Selamat beribadah.

Tuhan Yesus menyertai dan menolong kita untuk dimampukan hidup taat serta berkenan kepada-Nya. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Image by wirestock on Freepik

Comments

comments