82. ‘Ooo Cinta’

Viewed : 547 views

Sahabat! Allah mengasihi saya, bahkan sebelum saya lahir! Sebelum apapun yang dilakukan, Dia sudah memutuskan dalam keabadian: ‘Aku suka kamu!’ Nama Saudara sudah ada dalam hati Allah sebelum Saudara bisa hirup udara. Sebelum awak bisa merangkak. Sebelum bisa membedakan tangan kanan dan kiri. Sebelum sampean bisa ucapkan: ‘Haleluyah!’ Bahkan sebelum dikau bisa mengucapkan sepatah kata dalam doa. Allah sudah memilihmu (Efesus 1:4). Bagaimana mungkin? Too good to be true. Kok bisa? Rasanya sukar sekali memahami. Bagaimana mungkin Allah telah mengasihi saya sebelum saya lahir? Oklah, kalau logika sudah mentok, biarlah ‘hati’ tampil di depan ambil kendali.

 Gelap bagi intelek. Tetapi terang bagi hati. ( Frederick W Faber)

Sudah pernah nonton film ‘Troy’? Apalagi kalau itu bukan film kisah tentang cinta. Cinta yang mempengaruhi seluruh penduduk negeri. Tak terkecuali mulai dari prajurit hingga rakyat jelata yang kebanyakan tak tahu apa yang terjadi. Singkatnya ini rebutan wanita. Ratu Helen nan cantik jelita. Inilah cikal bakal lahirnya ‘Trojan War’ di abad ke 9 SM antara Kerajaan Yunani vs Kerajaan Troy.

Dikisahkan seputar laut Mideterenia, perang senantiasa berkecambuk. Namun di tengah dahsyatnya adu strategi, kerajaan Troy dan Yunani sepakat untuk menandatangi perjanjian damai. Namun apa lacur, keadaan damai itu tak bertahan lama. Paris (adik Pangeran Troy) jatuh cinta kepada ratu Helen, istri Raja Menelaus dari Kerajaan Yunani.  

Entah apa yang terjadi. Entah dari mana datangnya. Tak penting bagaimana awalnya. Paris jatuh cinta kepada Helen. Titik. Segala resiko, bahaya, bahkan mautpun dihadapinya. Akhirnya, Paris berhasil melarikan Ratu Helen dan membawanya kabur ke Troy. Kalau sudah jatuh cinta? Seribu satu akal akan bermunculan. Kematian akan dihadapi. Nyawa secuilpun tak dihiraukan. Untuk apa? Untuk cinta! O…cinta!

Menelaus, raja Yunani, tak tinggal diam. Ups!, cinta tak mungkin berpangku tangan. Apalagi pasrah! Selalu ada enerji baru yang entah dari mana datangnya kalau sudah menyangkut cinta. Bersama saudaranya, Agamemnon, Menelaus mengerahkan seluruh kekuatan Yunani. Dengan ribuan kapal dan ratusan ribu prajurit berlayar. Pasukan Menelaus akhirnya terhenti di luar tembok Troy. Untuk apa perang ini? Masyaallah! Hanya untuk merebut hati Helen!.

Akhir kisah, Paris menantang Menelaus untuk satu lawan satu. Semacam ‘head to head’ untuk memperebutkan Helen. Aaahhh, apakah trojan war versi rohani tengah terjadi?

Dan aku melihat binatang itu dan raja-raja di bumi serta tentara-tentara mereka telah berkumpul untuk melakukan peperangan melawan Penunggang kuda itu dan tentara-Nya. (Wahyu 19:19) 

Untuk apa raja-raja di bumi dengan semua kekuatan militernya bersatu untuk berperang?  Untuk memperebuntukan Anda?  Aaahhh, yang bener? Hati Saudara tengah diperebutkan! Siuman ataupun tidak, laksana Helen, dikau tengah diperebutkan! Allah, Sang Khalik, beserta seluruh pasukan malaikat-Nya tengah ‘berusaha’ merebut Saudara. Malaikat-malaikat berperang untuk Saya? Aaahhh, yang bener?

apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? (Mazmur 8:5)

Siapakah saya? Sampai-sampai Allah rela mati untuk saya. Mati di atas kayu salib! Barangkali Anda tidak dilirik dunia. Lebih sering tak masuk hitungan. Dan lebih sering merasa tak berarti. Ups! Ada berita besar. Dikau begitu disukai Allah. Dia begitu mencintai, sehingga Dia rela mengorbankan segala-galanya demi merebut hatimu kembali. Engkau ada dalam perang, Trojan War! Sadar..? Ayo bangun  bangun bangun! (nsm)

NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes.


Telah terbit buku “Misteri Romantika Ilahi” karya NSM

Comments

comments