Friends! Mantap juga ya, bahwa kita tercipta karena cinta! Seumpama Allah ada mood-nya (suasana hati), maka kita diciptakan selagi Dia bersiul-siul ringan karena hati-Nya melimpah dengan amor. Aaahhh, bagaimanakah dapat membayangkan suasana hati Tri Tunggal Yang Maha Agung selagi belum ada segala sesuatu? Dan bagaimana pula hingga suatu ‘saat’ (Sejatinya, kata ‘saat’ tidak tepat karena ‘waktu’ belum diciptakan) dalam Persekuan Abadi tersebut ada ide menciptakan manusia? Apakah yang Dia rencanakan? Peran apa yang Dia pikirkan untuk kita masing-masing? Tentulah itu semua ada dalam hati-Nya, selagi saya dan Saudara dirancang dalam keabadian untuk hadir di abad ke 21 ini?
Stop! Rencana dalam keabadian. Maksudnya?
Ooo..? Begini sederhananya. Di dalam keabadian maksudnya saat dunia belum ada. Matahari belum terbentuk. Malaikatpun belum muncul. Bahkan nama Lucifer-pun belum ada, Allah ada gagasan. Allah ada rencana. Itu Alkitab katakan sebagai rencana sukarela-Nya. Sukarela? Yes, itu artinya rencana yang datang dari keinginan diri-Nya sendiri. Sukarela, tanpa paksaan. Jauhlah itu ada karena rayuan. Itu orisinil muncul dari diri-Nya sendiri. Iyalah, kan segala sesuatu belum ada! Belum ada penciptaan. Siapa atau apa yang dapat memaksa-Nya? Nyambung, tak? Ok, kali ini nyambung, kan sudah minum wedang jahe! Good!
Sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus, (Efesus 1:9) Menurut kemauan-Nya sendiri, Allah memberitahukan kepada kita… (versi BIMK)
Wow wow wow! Kehadiran Saudara di dunia, di Indonesia, dalam abad ke 21 ini sudah direncanakan jauh sebelum lahir neneknya orangtua Pangeran Diponogoro! Saudara bukan tahu-tahu muncul begitu saja di bumi pertiwi. Bukan pula sekonyong-konyong ada di atas panggung dalam suatu adegan di abad ini. Bukan!
Sahabat! Kita bukan ada karena hanya sekedar peristiwa biologis! Tapi sebaliknya. Peristiwa, sejarah, dan proses alam (biologis, kimiawi, dan fisika) Dia ciptakan terlebih dahulu agar dengan demikian Saudara hadir bahkan dapat kesempatan membaca artikel ini pada hari ini dan jam ini!
Ups! Bahasa lainnya, sejarah (HIStory) telah memilih Saudara. Maaf, dipilih? Yes yes yes, Saudara terpilih untuk memerankah naskah dalam abad dan kurun masa ini. Peran yang tak dapat diwakilkan kepada siapapun. Tidak juga sekaliber presiden Jokowi. Tanpa Saudara maka adegan itu tak bisa dimainkan dengan apik! You are so sepecial!
Sebab di dalam Dia [Kristus] Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, (Efesus 1: 4)
Alhamdulillah, Puji Tuhan! Dia pilih saya sebelum saya lahir! Kalau itu setelah saya ada, yakin 100% tak akan masuk balon (bakal calon). Apalagi terpilih. Bagaimanakah misteri pilihan ini diibaratkan? Ini seumpama membeli ‘kucing dalam karung’. Ataupun seperti Saudara mempertaruhkan seluruh masa depan dengan menikahi seorang gadis yang belum lahir! Penuh resiko yang orang ‘agak miring’ aja ambil keputusan semacam itu. Dan, itu Allah lakukan! Aaahhh, itu tindakan sembrono.
Tengoklah ke dalam! Lihat diri sendiri! Dan jika Suadara juga melakukan hal sama dalam keheningan malam, kemungkinan besar Saudara akan sependapat bahwa Allah mengasihi saya laksana cinta buta! Cinta tanpa alasan apapun! What a love! Dapat merasakan? Ayo rasakan dengan secangkir kopi Sidikalang! (nsm)
![]() |
NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes.
Telah terbit buku “Misteri Romantika Ilahi” karya NSM |




