RENUNGAN
Roma 6:18
Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.
Apa makna merdeka?
Merdeka artinya bebas, terlepas, tidak terikat, dan mungkin ada kata lain ?
Kalau dalam pengadilan, bebas artinya terlepas dari tuntutan. Dan tentu saja jika ada seseorang yang sedang diadili, maka keinginan utamanya adalah bebas dari segala tuntutan.
Jika terdakwa dinyatakan bebas, maka ekspresinya adalah gembira. Rasa gembira itu dinyatakan dengan tertawa, melompat kegirangan, bertepuk tangan, bahkan ada yang menangis terharu.
Secara pribadi, sehubungan dengan kata merdeka, bagaimana gerangan jawaban kita atas pertanyaan di bawah ini?
1. Sudahkah kita merdeka?
2. Merdeka dari apa?
3. Bagaimana kita dimerdekakan?
4. Untuk apa kita merdeka?
5. Apa ciri-ciri orang merdeka?
6. Bagaimana semestinya kehidupan orang merdeka?
7. Apa harapan utama orang merdeka?
Mungkin jawaban kita bervariasi. Jawaban kita bisa maknanya sama, tapi kalimatnya berbeda.
Jawaban sederhananya mungkin adalah:
1. Bergantung orangnya. Ada yang dapat dengan yakin bilang sudah merdeka, ada yang bilang belum merdeka dan banyak orang masih ragu. Tentu dengan berbagai alasan.
2. Dalam ayat Roma 6:18 di atas, pengertiannya adalah merdeka dari dosa. Atinya bebas dari hukuman dan tuntutan dosa.
3. Iman dan keyakinan kita mengatakan bahwa kita dimerdekakan oleh anugerah dan kasih karunia Allah di dalam Kristus. (Efesus 2:8-9, Titus 3:5)
4. Untuk pertanyaan ini, sulit-sulit gampang menjawabnya. Dan mungkin berbeda cara dan gaya kita menjawabnya. Kalau menjawab untuk apa?, tentu ini menyangkut tujuan. Tujuan ini dapat dilihat dari sisi orang yang dimerdekakan dan dari sisi yang memerdekakan.
Kalau dari sisi yang dimerdekakan, salah satu yang amat penting adalah agar status terhukum berubah menjadi status bebas… Berubah dari status hamba dosa menjadi hamba Kristus, dan tentu ada berkat khusus yang menyertai dengan perubahan status ini.
Kalau dari sisi yang memerdekakan adalah:
• Agar kita dapat masuk ke hadirat-Nya
• Agar kita dapat semakin diserupakan dengan Dia
• Agar kita kembali menjadi peta dan gambar-Nya
• Agar kita kembali ke dalam Dia
• Agar kita menyatu dengan Dia
• Agar kita mengenal Dia
• Agar kita menjadi anak-Nya.
Sungguh luar biasa dan mendalam serta betapa indah tujuan Allah untuk apa kita merdeka dari dosa.
5. Ciri-ciri orang merdeka adalah ada sukacita dan damai di hati. Dalam hal ini tidaklah dimaksudkan bahwa tidak ada lagi pergumulan dan tidak ada lagi tantangan. Bahkan bisa saja justru tantangan dan pergumulan dapat semakin berat. Namun sukacita dan damai itu adalah berupa ketenangan hidup. Selalu ada pengharapan. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan … itulah bahasa orang yang telah merdeka.
Juga ciri-ciri orang merdeka adalah adanya perubahan karakter yang terus-menerus terjadi.
6. Kehidupan orang merdeka semestinya hidup taat. Taat kepada yang memerdekakannya… ya… taat kepada Tuhan yang memerdekakan kita. Taat kepada apa yang Dia inginkan. Kata kuncinya adalah hidup sebagai hamba-Nya. Roma 6:18 menyebutkan menjadi hamba kebenaran
7. Harapan kita setelah dimerdekakan mungkin amat banyak. Namun utamanya adalah agar kita semakin dibentuk menjadi serupa dengan Dia dan hidup kita bermakna dengan cara menjadi berkat dan memberkati orang lain.
Para sahabat, kita juga bersyukur dan memuji Tuhan karena negara kita telah merdeka dan hari ini kita peringati.
Oleh sebab itu, sebagai anak-anak Allah yang telah dimerdekakan dari dosa, marilah kita ikut berjuang sebagai warga negara yang baik di negeri tercinta ini. Apapun peran kita… lakukanlah itu dengan manis dan cantik.
DIRGAHAYU…
Selamat Hari Ulang Tahun RI ke-72
Diberkatilah Pemimpinku…
Jayalah Bangsaku…
Amanlah Negeriku…
Tenteramlah Tanah Airku…
Sejahteralah Rakyat Indonesia…
Singsingkan lengan !!!
Semangatlah bekerja dan berkarya…
M E R D E K A A A A ! ! ! !
Tuhan menyertai dan memberkati kita.
Tuhan menjaga dan melindungi Indonesia.
Teriring salam dan doa.
Alamta Singarimbun-Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |




