RENUNGAN
Mazmur 49:20
Manusia, yang dengan segala kegemilangannya tidak mempunyai pengertian, boleh disamakan dengan hewan yang dibinasakan.
Beberapa hari lalu dalam perjalanan, di depan kami ada truk mengangkut beberapa ekor sapi. Sapi itu kelihatannya hendak dibawa ke rumah potong.
Sapi itu tampak lucu-lucu. Karena menghadap ke belakang, anak saya bertanya apakah sapi itu tidak merasa pusing dalam kendaraan seperti itu. Dalam pikiran, saya malah menduga mungkin sapi-sapi itu senang menikmati perjalanan. Namun inilah mungkin piknik terakhirnya. Sapi-sapi yang lucu akan menemui akhir hidupnya.
Mungkin kita terperanjat Pemazmur menuturkan dengan lugas dan gamblang tentang orang yang tampak gemilang dan gagah, namun jika tak berpengertian dianggap dan dipandang sama dengan sapi-sapi itu… berakhir dalam kebinasaan.
Akan tetapi kita bersyukur karena kita mengerti dan memahami serta meyakini bahwa di dalam Kristus kita memiliki nilai yang begitu tinggi. Kita telah dibeli dengan lunas oleh darah Yesus.
1 Petrus 1:18-19
Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.
Walau kita tidak dianggap gemilangpung tidak apa-apa. Kegemilangan kita dengan kegemilangan dunia ini tidak sama dan jauh berbeda… bahkan tak layak dan tak perlu dibandingkan.
Yohanes 14:27
Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.
Kegemilangan itu sendiri sering merupakan suatu anggapan atau kesepakatan atau citra saja. Citra kegemilangan kita dalam Allah bersifat mutlak… dan itu sudah dianugerahkan kepada kita. Karena itu marilah kita bersyukur.
Puji Tuhan…!
Selamat bekerja…
Selamat beraktifitas…
Selamat melayani…
Tuhan menyertai dan memberkati kita senantiasa.
Amin…
Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |




