Ditebus Dengan Darah Kristus

Viewed : 1,668 views

1 Petrus 1:18-19
Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.

Walau kita sering mengatakan bahwa manusia berasal dari debu, tapi sesungguhnya nilai manusia mahal sekali, tidak dapat dinilai dengan uang dan tidak dapat dibandingkan dengan benda apapun.

Posisi manusia begitu tinggi karena dalam sejarah penciptaan, manusia diciptakan Allah secara khusus dan istimewa sesuai peta dan gambar Allah. Allah menghembuskan nafas hidup ke dalam tubuh manusia. Kepada manusia diberi tugas untuk mengelola ciptaan Allah.

Hanya saja ada suatu saat dimana manusia jatuh ke dalam dosa sehingga manusia kehilangan kemuliaan Allah. Akibatnya manusia kehilangan harga diri dari statusnya yang mulia. Manusia divonis mati karena pelanggarannya. Terputus hubungan manusia dengan Allah.

Akan tetapi syukurlah, manusia dipulihkan kembali statusnya karena penebusan oleh kematian Kristus di kayu salib.

Rasul Petrus mengatakan, ”Manusia telah ditebus dari cara hidupnya yang sia-sia yang diwarisi dari nenek moyangnya bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat.”

Manusia akan menjadi berarti bila sudah berdamai dengan Allah Penciptanya. Oleh sebab itu, agar menjadi manusia berarti, terimalah Yesus. Terimalah Roh-Nya yang kudus dalam hati. Dengarkanlah Firman-Nya. Lakukan apa yang Dia suruh. Berjalanlah dalam jalan-Nya. Dengan demikian status yang baru di dalam Kristus menjadi lebih nyata.

Tuhan menyertai dan memberkati kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Mateus Campos Felipe on Unsplash

Comments

comments