Filipi 1:27
Hanya, hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus, supaya, apabila aku datang aku melihat, dan apabila aku tidak datang aku mendengar, bahwa kamu teguh berdiri dalam satu roh, dan sehati sejiwa berjuang untuk iman yang timbul dari Berita Injil.
Pada umumnya kita senang dengan sesuatu yang baru berupa barang yang kita butuh untuk dipakai. Apalagi kalau barang yang baru itu diberikan kepada kita sebagai hadiah… luar biasa gembiranya hati. Kita mungkin ceritakan hal itu kepada orang lain karena begitu senangnya.
Allah mengambil inisiatif untuk menyelamatkan kita dari keterpurukan dosa. Allah membayar hutang dosa kita yang tidak mungkin kita bayar dengan upaya sendiri. Kita butuh ditolong.
Allah datang di dalam pribadi Yesus Kristus. Dengan darah Yesus, hutang kita sudah LUNAS. Kita telah diangkat menjadi anak-anak-Nya… anak-anak Allah. Kita dibaharui. Itulah HADIAH bagi kita yang telah percaya dan menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat pribadi.
Sehubungan dengan hal tersebut, rasul Paulus mengatakan di dalam 2 Korintus 5:17, “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.”
Apakah kita sudah percaya dan telah membuka hati untuk menerima Kristus?
Kalau belum, tunggu apa lagi?
Kalau sudah, Puji Tuhan!
Darah Yesus menyucikan kita dari segala keterpurukan dosa. Setelah itu, bagi setiap orang percaya yang telah menerima Kristus, hendaklah hidup memuliakan Dia. Ibarat sebuah rumah, mari kita menjadi perabot yang indah dan bermanfaat untuk digunakan, sehingga pemilik rumah puas dan dapat memakai perabot itu untuk maksud mulia.
Sebagai perabot rumah Allah, mari kita mengagungkan Tuhan Yesus. Kita dikuduskan oleh-Nya sehingga kita dipandang layak untuk berbuat apa yang indah dan manis di hadapan Allah Bapa kita.
Selamat Hari Minggu
Selamat beribadah.
Tuhan Yesus menyertai. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Photo by Rachel Strong on Unsplash




