“Enak kak red velvetnya, Nanti pesan agak besar untuk kue ultah bisa kan kak?” Pesan masuk dari customer ke WA Memori Cake.
Desember yang lalu, kami khusus membuat produk baru untuk variasi hampers. Karena, kami berpikir sudah saatnya membuat inovasi baru, supaya customer tidak bosan dengan hampers yang kami buat.
Baru di Januari produk ini launching untuk dijual. Yang memberikan pesan tadi kebetulan boru batak menikah dengan orang Bule. Mereka tinggal di Sanur. Mereka sudah termasuk customer loyal kami. Sudah sering repeat order. Mulai dari order garlic bread, cinnamon roll, dan brownies.
Pas launching produk baru ini, kakak ini langsung pesan. Puji Tuhan, mereka sangat suka. Kemudian, diminta buat ukuran yang lebih besar untuk kue ulang tahun anaknya. Memang kami sudah ada rencana buat ukuran besar supaya dijual versi “cake slice”. Kalau kata anak jaman sekarang, honestly 😁, kami belum bisa buat hiasan kue ulang tahun. Tapi, kakak ini tidak terlalu mempermasalahkan soal hiasan. Fokusnya hanya soal rasanya. Dia bilang yang penting rasanya sama dan tetap enak.
Pas diantar, kami meminta lagi kritik dan sarannya. Kami mengakui banyak kekurangan di tampilan dan kemasannya. Dia tidak ada memberikan kritikan dan menerima apa yang kami buat.
Senang rasanya bisa dipercaya oleh customer dan menerima setiap proses kami. Sebelumnya juga ada produk kami muncul dengan cerita yang sama. Diminta customer, dipercaya untuk dibuatkan, dan disenangi.
Ketika melewati proses demi proses, kami ingat lagi ketika memulai usaha bakery dengan segala keterbatasan. Prosesnya pelan-pelan. Roti dimulai dari 1 loyang bulat yang tujuannya buat red velvet untuk ulang tahun Blessa. Sekarang kami sudah punya sekitar 36 loyang.
Kami juga selalu tersenyum kalau mengingat ketika memulai membuat roti. Dengan mengulen roti secara manual dan oven hanya muat untuk 2 loyang. Puji Tuhan, sekarang kami sudah ada mixer roti dengan kapasitas 3kg dan 2 oven. 1 Oven bisa untuk memanggang 12 loyang roti.
Akhir tahun kemarin kami sharing dan membuat kesimpulan, Tuhan menaikkan level kami dalam berusaha secara perlahan dan bertahap. Kenaikan level kami ini, karena proses campur tangan kebaikan Tuhan. Salah satu yang membuat kami berkembang, karena customer mau mengikuti proses kami.
Kami bersyukur memiliki customer loyal. Setiap produk baru yang kami keluarkan pasti dibeli oleh beberapa customer loyal ini. Selain customer loyal, kami juga mengkategorikan beberapa menjadi customer prioritas. Berapapun permintaan dari customer prioritas ini pasti kami buatkan.
Kedepan kami terus ingin berinovasi dalam banyak hal. Soal produk dan kemasan. Serta cara kami memasarkan. Proses belajar yang tidak akan berhenti.
Kami menyadari kembali, keterbatasan bukan alasan untuk diam dan tidak berkembang. Melainkan dari keterbatasan bisa menjadi peluang untuk memunculkan kreasi baru. Dari kreasi baru ini berharap diterima oleh banyak orang dan menerimanya dengan hati yang gembira.
Semangat terus menatap kedepan dan melewati kembali level-level berikutnya. Satu lagi, menikmati proses dan mengikuti alur yang sudah dirancangkan Tuhan 😊.
Tuhan memberkati
Denpasar, 210123
![]() |
Ian Bangun, Couplepreneur dengan istri di bidang Bakery dengan brand Memori Cake Bali. Dari jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Unpad dan sekarang jadi tukang roti. Di sela kesibukan baking dan mengurus anak masih sangat senang untuk menulis. Fokus menulis untuk menceritakan kebaikan Tuhan dari setiap proses kehidupan yang dialami. |

