Tulisan di baju seorang bapak-bapak menarik perhatianku pas mau masuk ke gang tempat kami tinggal. Dia berhenti tepat di depan warung yamg dijadikan bapak-bqpak sebagai basecamp main catur. Apakah tulisannya itu?
Tulisan di baju bapak itu bagian belakang adalah ‘masih ada harapan’. Tulisan yang menyiratkan pesan. Memberikan makna bagi orang yang membacanya. Mantap untuk bapak tersebut 👏🏽.
Beberapa hari yang lalu kami mengalami kecewa. Hal yang buat kami kecewa adalah perihal orderan roti. Jadi, sebelumnya ada yang order roti garlic mini yang biasa untuk isian snack box sejumlah 1.500 pcs. Pas melihat WAnya perasaan langsung campur aduk 🤣. Kami sangat senang dan ini akan menjadi rekor baru pemesanan produk Memori Cake Bali.
Setelah nego dengan harga dan jam pengantaran. Pemesan juga sudah janji akan DP. Sebelumnya dia memesan 700 roti mini untuk isian snack box. Jadi, kami berpikir dia akan DP seperti sebelumnya dan tidak akan ada masalah soal pembayaran.
Kami juga langsung susun strategi untuk menyelesaikan 1.500 pcs tersebut. Tenaga kerja bantuan sudah kami hubungi dan mereka bilang akan datang. Bahan baku juga sudah kami buat list supaya langsung dibeli. Malam itu kami langsung berburu susu UHT ke Hypermart. Karena disini kami sering dapat harga murah.
Dan ternyata, keesokan harinya pas lihat WA masuk pesan bahwa orderannya batal dipesan. Alasannya yaitu panitia acara mengganti pilihan isian snack boxnya. Rasanya langsung lemes. Sudah kebayang cuannya dan itu hilang sudah 😁.
Kami saling menguatkan dan bilang ini gak apa-apa. Ribka cerita dia berdoa bahwa Tuhan yang mendatangkan pembeli. Ada maksud Tuhan yang baik dari pembatalan orderan ini. Tuhan akan menyiapkan hal yang luar biasa lagi kedepannya.
Rekor pemesanan kami masih tertunda. Rekor pemesan 800an masih bertahan. Seperti tulisan di baju bapak yang tadi, masih ada harapan untuk melewati orderan diatas 1.000.
Kami bersyukur karena orderan ini batal. Tugas Ribka yang sedang ikut kompetisi dari Sisternet jadi lebih awal dikirim. Kami juga dapat undangan khusus untuk sharing hasil kunjungan Bapak Arya Sinulingga dari kementerian BUMN. Undangan hanya untuk 10 orang se-Bali dan kami salah satu yang diundang. Berkat Tuhan yang luar biasa.
Seandainya orderan itu tetap jalan. Kesempatan berkumpul di rumah BUMN Denpasar akan terlewatkan. Ternyata ada hal yang baik lainnya sudah Tuhan rancangkan.
Ternyata dari segala hal, Tuhan bermaksud baik. Bagaimana menyikapinya, itulah jadi pelajaran yang berharga. Bersama Tuhan selalu ada harapan terbaik. Semangat selalu.
Tuhan memberkati
Denpasar, 170223
![]() |
Ian Bangun, Couplepreneur dengan istri di bidang Bakery dengan brand Memori Cake Bali. Dari jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Unpad dan sekarang jadi tukang roti. Di sela kesibukan baking dan mengurus anak masih sangat senang untuk menulis. Fokus menulis untuk menceritakan kebaikan Tuhan dari setiap proses kehidupan yang dialami. |



