Yesaya 59:1-2
Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.
Seorang bapak menyeberang jalan besar sambil menuntun anaknya yang masih kecil. Tiba-tiba di tengah jalan yang ramai, anaknya itu melepaskan pegangannya dari tangan ayahnya dan berusaha menyeberang sendiri dalam jalan raya yang padat dan penuh kendaraan berseliweran.
Tentu saja sang bapak kaget dan berusaha mengejar anaknya itu. Ketika dia meraih tangan anaknya, dia membawanya ke pinggir jalan. Dia berhenti sebentar… dia marah… dia menghentak anaknya.
Karena kesal betul, bapak itu memukul kaki anaknya. Anaknya itu pucat dan menangis serta berteriak-teriak. Orang-orang yang lewat pun melihat dan seolah berkata dalam hatinya, “Sadis bener bapak ini. Tega-teganya marah dan memukul anaknya”
Namun sebetulnya bapak itu marah justru karena dia sayang kepada anaknya. Dia tidak mau anaknya celaka tertabrak kendaraan. Dia ingin anaknya aman menyebrang. Karena itu dia marah melihat tingkah anaknya yang lari begitu saja di keramaian jalan yang berbahaya.
Allah mengasihi manusia. Dia tidak mau manusia celaka dan mati dalam dosanya. Itulah sebabnya mengapa Allah memberikan Yesus Kristus untuk menebus kita. Tetapi di sisi lain, Allah memberi peringatan disiplin terhadap orang yang tetap di dalam dosa.
Dosa memutuskan hubungan manusia dengan Allah dan itu berarti manusia berada dalam bahaya. Karena Allah sayang, Allah ingin menarik manusia dari kuasa dosa. Didikan serta hajaran-Nya mengingatkan agar kita jauh dari perilaku dosa. Karena itu bertobatlah dan terimalah pengampunan dari Allah.
Selamat beraktifitas.
Tuhan Yesus menyertai dan memberkati. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun –Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Photo by Tatiana Rodriguez on Unsplash




