Bertobatlah dan Kembali ke Jalan yang Benar!

Viewed : 978 views

Markus 1:14-15
Sesudah Yohanes ditangkap datanglah Yesus ke Galilea memberitakan Injil Allah, kata-Nya: “Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!”

Seorang mahasiswa terlibat memakai obat terlarang. Tidak hanya itu, dia juga aktif sebagai pengedar barang haram tersebut.

Setelah ketahuan, dilaporkan ke polisi dan ditangkap. Akibatnya dia dihukum berat melalui proses pengadilan. Ketika datang ke kampusnya untuk mengambil beberapa barangnya di sana, semua orang mengejek dan mencibirkan bibir. Dia dihina.

Juga saat diadili, semua mata tertuju kepadanya dengan tatapan tak bersahabat dan penuh kebencian. Sewaktu vonis dijatuhkan, semua orang bersorak, bahkan ada yang berteriak tidak puas atas hukumannya, mereka berseru, ”Pak Hakim…hukum mati saja dia…!!”

Saat itu terdakwa mengalami tekanan mental sunguh luar biasa. Di tengah kebingungannya, dia menoleh ke arah orang tuanya. Meski merasa sedih, tetapi orang tuanya itu berusaha tersenyum ke arah anaknya yang siap untuk dihukum. Ayahnya mengusap pundak anaknya dan berkata, ”Anakku, tenanglah. Aku tetap mencintaimu dan mengasihimu. Setelah nanti kamu bebas dari penjara, jangan lagi lakukan itu. Bertobatlah dan kembali ke jalan yang benar!”

Anaknya itu merasa mendapatkan semangat baru karena ucapan dan sikap orang tuanya. Meski semua orang membencinya, tetapi masih ada yang mencintainya apa adanya. Itulah ayah dan ibunya.

Meski dalam situasi sulit, orang tuanya tidak membuangnya. Saat menjalani hukuman, dia tetap ingat kasih sayang orang tuanya dan itu mendorong dia berprilaku baik dan akhirnya dia mendapat keringanan hukuman.

Setelah bebas dari hukuman, dia benar-benar bertobat dan melakukan pekerjaan yang baik bahkan kini dia rindu hidupnya berarti bagi banyak orang.

Bagi siapa saja… meski banyak orang membenci karena perbuatan buruk yang telah dilakukan, bahkan diri sendiripun rasanya tidak bisa memaafkan lagi, tetapi ingatlah bahwa ada Tuhan yang penuh kasih memandang.

Allah ingin agar orang seperti itu kembali dan bertobat. Setelah bertobat, Tuhan mau agar perbuatan masa lalu yang jahat jangan dilakukan lagi. Namun sebaliknya hidup berkenan di hadapan Tuhan.

Di dalam Tuhan tidak ada istilah terlambat ataupun dosa yang terlalu besar. Semua dapat diselesaikan, akan tetapi jangan ditunda!, karena hukuman akan ditimpakan bagi orang yang tidak bertobat, tetapi keselamatan akan dianugerahkan bagi setiap orang yang percaya dan bertobat.

Hari ini adalah hari pertobatan itu. Bergegaslah dan terimalah anugerah pengampunan Tuhan!

Selamat beraktifitas.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati. Amin

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by GRAS GRÜN on Unsplash

Comments

comments