Membidik Sasaran Hidup yang Benar

Viewed : 683 views

Mazmur 119:176
Aku sesat seperti domba yang hilang, carilah hamba-Mu ini, sebab perintah-perintah-Mu tidak kulupakan

Lintasan kehidupan kita seumpama lintasan sebuah peluru dari sebuah senapan. Bedanya; peluru yang sudah ditembakkan tidak dapat dikontrol arahnya.

Sebaliknya, jalan kehidupan kita dapat dikontrol ke arah yang benar. Pengontrol perjalanan hidup kita adalah Firman Tuhan.

Sifat manusia lama kita cenderung menghambat atau membelokkan arah hidup yang semestinya kita tempuh. Jika kita membiarkan arah sasaran kehidupan kita terus menerus salah, lintasan hidup kita akan semakin jauh dari kehendak Allah.

Tujuan hidup kita mestinya sudah jelas yaitu hidup mempermuliakan Dia dalam setiap hal. Dengan status dan predikat sebagai anak-anak Allah, hidup taat kepada Firman Tuhan. Mari kita cermati hal ini!

Oleh sebab itu:
• Sudahkah kita membidik sasaran hidup kita dengan benar?
• Seandainya kita menyadari arah hidup kita salah, relakah kita bertobat dan kembali ke jalan yang benar?

Jika kita menyadari jalan hidup kita tidak sesuai dengan kehendak Allah atas hidup kita, mari kita berseru kepada Tuhan seperti spirit dalam Mazmur 119:176, ”Aku sesat seperti domba yang hilang. Carilah anak-Mu ini ya Tuhan! Kembalikanlah aku ke jalan dan kehendak-Mu. Buatlah aku bertekun hidup sesuai perintah-Mu!”

Biarlah dengan kuasa Allah, kita menyelaraskan arah kehidupan kita sesuai dengan apa yang Dia inginkan, agar hidup kita yang HANYA SATU KALI ini tidak menjadi sia-sia.

Tuhan menuntun dan memimpin langkah hidup kita. Kasih setia-Nya menyertai kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Comments

comments