Ulangan 12:28
Dengarkanlah baik-baik segala yang kuperintahkan kepadamu, supaya baik keadaanmu dan keadaan anak-anakmu yang kemudian untuk selama-lamanya, apabila engkau melakukan apa yang baik dan benar di mata TUHAN, Allahmu.”
Kalau diikuti apa kata keinginan diri, kebanyakan tidaklah menyenangkan melakukan apa yang diperintahkan Tuhan. Tidak nikmat untuk hidup taat. Ada batasan-batasan yang harus diperhatikan.
Keinginan diri kita adalah dimanjakan dan maunya bebas melakukan apa saja yang kita mau.
Sama halnya dengan minum obat; tidak enak, dan pahit. Aromanya tidak mengundang selera. Tapi harus! Supaya sembuh dari penyakit. Supaya fisik kuat. Agar daya tahan tubuh meningkat. Kuman penyakit dapat dilawan.
Demikianlah juga dengan perintah Allah. Kita lakukan itu untuk kebaikan kita. Agar kita berada pada jalur aman. Tidak menyimpang ke kiri dan ke kanan. Tetap terpelihara jalan hidup kita. Tetap fokus kepada tujuan Tuhan atas diri kita.
Kalau dipikir-pikir… Tuhan tidak berubah oleh apapun. Tuhan tetap Mulia dan Agung meskipun kita tidak menuruti perintah-Nya. Namun perintah Allah dilakukan bertujuan untuk kita. Agar kita aman.
Jadi marilah mendengarkan dan melakukan segala apa yang baik dan benar yang diperintahkan Tuhan, supaya keadaan kita, bahkan sampai kepada keturunan kita baik adanya untuk selama-lamanya.
Puji Tuhan!
Selamat beraktifitas.
Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Photo by Alex Shute on Unsplash




