1 Petrus 3:128
Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada permohonan mereka yang minta tolong, tetapi wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat.
Banyak orang merasa bahwa untuk manjadi sukses dan mampu mengatasi persoalan dibutuhkan kekuatan, pendirian yang teguh, otot yang tangguh, dan kemauan yang keras. Pendapat ini ada benarnya, tetapi baru separuh benar.
Seringkali kenyataan tak dapat dihadapi hanya dengan kekuatan, pendirian yang teguh, dan kemauan keras saja.
Kerapkali kita menghadapi hal yang tak dapat diterima, tetapi harus diterima. Maka untuk itu dibutuhkan kebesaran jiwa dan kelenturan sikap.
Kebesaran jiwa dan kelenturan sikap adalah potensi dan kekuatan untuk dapat menerima segala sesuatu apa adanya. Bila hal ini terwujud, maka itu berarti separuh benar yang lain telah terjadi.
Bagaimana seseorang dapat beroleh kekuatan fisik dan kebesaran jiwa serta kelenturan sikap bersama-sama?
Jawabannya adalah bila seseorang meyakini ada kekuatan lain di luar dirinya dan kekuatan itu adalah kekuatan dari Tuhan. Ada di dalam Kristus.
Pengharapan akan pertolongan dari Tuhan menjadi sumber yang tak habis-habisnya dalam kehidupan orang percaya.
Firman Tuhan mengatakan bahwa setiap orang yang menanti-nantikan TUHAN akan mendapatkan kekuatan baru dan diumpamakan seperti burung rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya. Mampu berlari dan tidak menjadi lesu. Bila berjalan tidak akan merasa lelah. (Yesaya 40:31)
Tuhan begitu baik dan amat baik.
Dia senantiasa bersedia memberi pertolongan kepada setiap orang yang berharap kepada-Nya.
Anugerah-Nya tak terbatas dan pintu kasih karunia-Nya tetap terbuka bagi orang-orang yang haus dan lapar akan kebenaran dan yang hatinya senantiasa mencari wajah Tuhan.
Karena itu marilah andalkan Tuhan dan kenali Dia. Tetaplah melakukan hal-hal yang berkenan di hati-Nya.
Selamat beraktivitas.
Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.
Teriring salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Photo by Marina Vitale on Unsplash




