1 Petrus 3:12
Sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada permohonan mereka yang minta tolong, tetapi wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat.
Rasul Petrus menuliskan dalam suratnya dengan mengatakan bahwa mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar. Akan tetapi wajah Tuhan menentang orang yang berbuat jahat.
Tertuju artinya melihat atau memandang dengan penuh perhatian. Bayangkan jika perhatian kita tertuju ke sesuatu yang kita ingin atau suka, makanan misalnya saat kita lapar, maka rasanya tidak ada apapun yang dapat mengalihkan perhatian kita. Kita akan fokus kepada apa yang sedang menjadi pandangan kita.
Juga jika kita sedang asik mendengar sesuatu; musik misalnya, maka telinga akan diarahkan ke situ. Tidak mau rasanya diganggu oleh suara apapun.
Begitulah perhatian Allah kepada orang-orang benar yang telah dibenarkan-Nya. Tuhan mencurahkan perhatian-Nya kepada orang benar.
Oleh sebab itu jangan melalaikan kebenaran. Kita semestinya bersyukur bila kita dimampukan berbuat apa yang benar, meski sering kita merasa tidak diuntungkan saat berbuat apa yang benar.
Sebaliknya kita haruslah menghindari berbuat apa yang tidak berkenan di hadapan Tuhan. Jangan melanggar apa yang Dia larang, meskipun seolah kita diuntungkan saat berbuat apa yang tidak benar.
Waspadalah dengan kata: wajah Tuhan menentang. Janganlah kiranya apa yang sedang kita lakukan, Tuhan tidak suka dan menentangnya. Jauhlah itu!
Tuhan, meski sering aku sulit melakukan apa yang benar, tapi aku diingatkan hari ini bahwa itulah semestinya jalan-jalanku. Berilah kekuatan khusus agar hidupku berkenan kepada-Mu, Amin
Sahabat…
Selamat beraktivitas.
Tuhan menyertai dan memberkati kita senantiasa dengan kasih-Nya yang abadi. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Photo by Quinten de Graaf on Unsplash




