Belas Kasih Allah Lebih Dari Cukup

Viewed : 1,312 views

Mazmur 123:1-2
Kepada-Mu aku melayangkan mataku, ya Engkau yang bersemayam di sorga.
Lihat, seperti mata para hamba laki-laki memandang kepada tangan tuannya, seperti mata hamba perempuan memandang kepada tangan nyonyanya, demikianlah mata kita memandang kepada TUHAN, Allah kita, sampai Ia mengasihani kita.

Kita sering tawar hati dan seolah tidak berdaya menghadapi hari-hari kita. Terkadang kita merasa tidak ada orang yang memahami dan tidak peduli kepada kita. Kita merasa berjuang sendirian. Perasaan seperti ini sungguh tak nyaman dan dapat membuat kesehatan fisik terganggu.

Keamanan dan pertolongan sejati dan kekal berasal dari Tuhan. Meski kita sering merasa seolah Tuhan tak mengerti kita dan seolah Dia begitu jauh, hal itu hanyalah perasaan kita saja.

Seperti pemazmur dalam ayat di atas mengatakan; bagaikan para hamba laki-laki penuh harap memandang kepada tangan tuannya, dan bagaikan mata hamba perempuan memandang kepada tangan nyonyanya, begitulah juga kita berharap kepada Tuhan yang penuh belas kasih.

Allah tidak pernah berhenti dan Dia tak pernah merasa bosan untuk melindungi dan menjaga kita. Tuhan tidak pernah beristirahat. Dia tak pernah tertidur. Dia tak pernah lalai menjaga kita.

Allah selalu memperhatikan kita dan Dia sungguh mengasihi kita lebih daripada apa yang kita pikirkan. Justru yang sering terjadi adalah sebaliknya; di dalam ketakmengertian dan kekuatiran kita, kitalah yang sering cenderung meninggalkan jalan-Nya dan kurang mempercayai-Nya.

Ibrani 13:6
Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata: “Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?”

Belas kasih Allah sungguh lebih dari cukup menjadi andalan kita.

Selamat beraktifitas.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Natalie Grainger on Unsplash

Comments

comments