Matius 9:35-36
Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Sorga serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan. Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.
Alkisah…
Suatu ketika berjalanlah kampak, gergaji, palu dan nyala api. Tiba-tiba perjalanan mereka terganggu karena terhalang oleh baja di tengah jalan. Mereka berusaha menyingkirkan baja itu dengan kekuatan yang mereka miliki masing-masing.
Kampak bertindak dengan cara menghantam baja. Tetapi hantamannya tak mempan, malah kampak semakin tumpul ketika membacok baja. Akhirnya berhentilah kampak bertindak.
“Sini aku coba”, seru gergaji. Gergaji berusaha mememotong baja, namun malah giginya rontok satu-persatu. Berhentilah gergaji dari usahanya memotong baja.
“Ahh…kalian ini bagaimana sih?, begitu saja tak bisa, biar aku yang beresin, begini caranya!,” kata palu sambil langsung memukul baja. Palu berusaha keras memukul baja, namun baru tiga kali memukul, kepala palu terlepas dari tangkainya.
Lalu datanglah nyala api dan berkata, “Bolehkah aku coba?”
Dengan nada pesimis, semua berkata, “Cobalah kalau kamu merasa bisa!”
Lantas nyala api melingkari baja dan berusaha memeluknya dengan erat serta tak mau melepaskannya. Akhirnya luluhlah baja itu dan mencair oleh nyala api. Dengan demikian perjalanan mereka lancar tak terganggu lagi.
Demi harga diri, banyak orang hanya dengan cara dan kekuatannya tok melawan tantangan dan hambatan, bahkan melawan amarah orang lain, dan mengatasi perasaan kecewa. Hasilnya gagal!
Sebetulnya jarang ada hati yang tahan melawan kelembutan api cinta kasih yang hangat. Hati yang berbelas kasih mampu menyejukkan dan mancairkan hambatan.
Tuhan Yesus penuh belas kasih dan hati-Nya selalu tergerak oleh belas kasih untuk menolong orang yang lemah dan sakit di sekeliling-Nya.
Hati Yesus yang penuh belas kasih mendorong dan menggerakkan Dia untuk turun dari Surga datang ke dunia untuk mencari dan menyelamatkan orang berdosa.
Bagi kita yang telah merasakan belas kasih Yesus, sebarkan dan sampaikanlah kasih itu…
• kepada orang yang mungkin sedang menderita dan susah hatinya,
• kepada orang yang mungkin terpenjara oleh perasaan bersalah karena dosa yang telah dilakukan di masa lalu,
• kepada orang yang mungkin sedang menjadi korban ketidakadilan,
• kepada orang yang mungkin sedang merasa tertolak dan tidak puas dengan dirinya.
Meskipun sering sulit untuk dilakukan, apalagi kitapun juga mungkin dalam posisi kurang merasakan belas kasih dari orang-orang sekeliling kita, namun marilah kita belajar untuk memiliki hati yang berbelas kasih seperti Kristus. Walau banyak gagalnya, teruslah kita belajar kepada Tuhan Yesus Kristus.
Tuhan menyertai dan memberkati kita. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun-Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Photo by Robert Nyman on Unsplash




