364. Penuhilah Bumi!

Viewed : 407 views

Di halaman-halaman pertama Alkitab, tidak ada info yang cukup lengkap. Tiba-tiba, daku dan dikau disuguhi drama sepenggal kisah manusia di Taman Sorga. Tidak jelas, siapa dan dari mana asal si ular. Apakah ini jenis binatang melata ataukah suatu metafor?

Mengapakah dia begitu berhasrat untuk melenyapkan manusia? Layaknya satu-satunya nafsu dan misi utama keberadaannya agar manusia terbuang dari Taman Sorga. Segala usaha, bujuk rayu, tipu muslihat ditujukan agar manusia menjadi fana!

Kalau engkau makan buah pohon itu, engkau pasti mati.” (Kejadian 2:17 FAYH)

Mungkinkah selama manusia di Taman Sorga, hidup akan abadi selama-lamanya? Kekekalan inilah yang DIA inginkan agar meluas ke seluruh bumi. Mulai dari sini hingga menyeluruh ke pelosok negeri. Di seantero bumi tercium semerbaknya aroma surgawi.

Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” (Kejadian 1:28)

Bertambah, penuhi, taklukkan, dan berkuasalah! Suasana sorga bermula dari taman ini. Di luar itu dibutuhkan kerja keras agar sorga meluas hingga melingkupi seluruh bumi. Keturunan sorgawi berlipatganda, bertambah banyak, dan berkuasa atas semua makhluk hidup lainnya.

Jika daku sedikit saja membaca lebih jeli, jelaslah bahwa Taman Eden itu ada batas geografinya (Kejadian 2:8-14). Taman ini baru sebagian kecil dari luas kawasan yang dikenal kala itu. Tidak ada penjelasan, namun ada tersirat bahwa kawasan di luar taman tersebut belumlah seperti yang DIA rencanakan.

Ada kemungkinan besar, onak dan belukar tumbuh subur di luar taman itu. Bukankah tantangan itu yang dihadapi si manusia kala harus terusir dari Taman Sorga (Kejadian 3:18)? Ataukah suasana kebathinanlah yang dimaksudkan?

Bak rombongan anak-anak Sekolah Minggu yang berdarmawisata ke Tangkuban Perahu. Keindahan kawah pegunungan bekas erupsi ribuan tahun lalu, udara sejuk nan segar di elevasi lebih dari 2000 meter. Semua memanjakan mata dan suasana hati. Anak-anak riang gembira, pembina pun ikut sukacita.

Hingga tiba-tiba semua itu tidak ada lagi artinya!

Sekejab riang gembira berubah menjadi sesak. Tawa ria hilang, roman kekhawatiran nampak di muka semua orang. Guru-guru cemas, anak-anak menangis histeris. Semua gelisah! Walau keindahan alam dan segarnya udara tetap, namun itu tidak lagi menarik mimikat.

Mengapa?

Karena satu anak umur 5 tahun hilang dari rombongan. Sudah dicari ke mana-mana dan tidak ada. Segala daya diupayakan, aparat dan mereka yang kebetulan juga ada di sekitar turut resah, waktu sudah hampir magrib namun belum juga ada hasil.

Dapatkah dikau bayangkan perasaan orangtua kala disampaikan anak semata wayang satu-satunya telah hilang entah ke mana? Bukankah hati hancur tidak karuan? Suasana nyaman di ruang keluarga lengkap dengan TV lebar berubah sekejab menjadi pengap nan sesak.

Mungkinkah suasana kebathinan seperti itu yang dimaksudkan dengan perintah ‘memenuhi bumi’? Suasana hati sorgawi yang menyebar ke semua mahkluk dan ke seantero alam. Bermula dari Taman Eden berkesinambungan dari turunan ke turunan hingga memenuhi bumi.

Apa lacur! Tangkuban Perahu yang udara segar nan indah berubah menjadi suasana gelisah. Taman Eden yang damai permai menjadi ajang bertikai. Alih-alih bumi penuh dengan aroma sorgawi, justru curiga, dengki, dan iri yang menyebar ke seluruh negeri. Dan DIA menahan diri, merelakan daku dan dikau memilih jalan sendiri! (nsm)

NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes.


Telah terbit buku “Misteri Romantika Ilahi“,”Divine Love Story” dan “The Great Dance of Divine Love” karya NSM

Comments

comments