Tugas Memelihara dan Merawat Bumi

Viewed : 587 views

Kejadian 1:31
Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.

Banyak orang gencar mengembangkan apa saja yang sedang diusahakan. Mereka semakin bergiat berupaya untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya dari apa yang diusahakan itu. Tentu hal ini boleh-boleh saja dan positif.

Manusia banyak mengeksploitasi besar-besaran terhadap bumi. Manusia ingin mendapat keuntungan sebesar-besarnya bagi diri sendiri. Sisi negatifnya adalah manusia menjadi lupa bagaimana mengusahakan bumi sesuai perintah Tuhan.

Perintah Tuhan ketika selesai mencipta, Dia berpesan agar manusia mengusahakan dan memelihara dunia ini… ”TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu” (Kejadian 2:15).

Banyak orang yang tampaknya professional, tetapi ternyata sadar atau tidak sadar mereka sedang mengeksploitasi alam secara tak bertanggung jawab yang pada akhirnya akan menimbulkan masalah dan membuat susah generasi manusia berikutnya.

Manusia sering hanya berpikir sesaat dan hanya memikirkan diri sendiri dan melupakan orang lain, dan terlebih lupa akan pesan Tuhan. Sebab itu apa yang dilakukannya berujung kepada bencana dan petaka.

Banyak orang yang kelihatannya peduli terhadap lingkungan, namun sebenarnya mereka hanya memikirkan dan mengusahakan kenyamanan diri sendiri.

Kita yang takut kepada Tuhan memiliki tugas memelihara dan merawat bumi sebagai pelayanan untuk kemuliaan Allah. Jangan serakah dan jangan tamak!.

Keserakahan dan ketamakan adalah sumber malapetaka dan kerusakan. Orang serakah yang merusak bumi, kelak akan berhadapan dan mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan Allah yang pada waktu menciptaan bumi ini; Dia berkata, “Sungguh amat baik!.”

Selamat beraktifitas.

Tuhan menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by John Cameron on Unsplash

Comments

comments