Jangan Serakah dan Jangan Tamak!

Viewed : 1,273 views

Kolose 3:5
Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala.

Ada banyak orang bergiat mengusahakan dan mengembangkan apa saja yang ditemui. Di sisi lain banyak yang semakin konsumtif.

Manusia menjadi semakin begitu bersemangat untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya dan melupakan panggilan sebagai orang percaya kepada Tuhan.

Manusia lebih berfokus kepada eksploitasi besar-besaran terhadap bumi. Manusia ingin mendapat keuntungan sebesar-besarnya bagi diri sendiri. Manusia menjadi lupa bagaimana mengusahakan bumi untuk memuliakan Tuhan.

Pesan Tuhan ketika selesai menciptakan manusia adalah mengusahakan dan memelihara… ”TUHAN Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu” (Kejadian 2:15).

Saat ini banyak pekerja-pekerja yang tampaknya professional, tetapi ternyata sadar atau tidak sadar mereka sedang mengeksploitasi alam secara tak bertanggung jawab yang pada akhirnya akan merugikan generasi manusia berikutnya.

Manusia hanya berpikir sesaat dan hanya memikirkan diri sendiri dan melupakan orang lain dan terlebih melupakan Tuhan. Sebab itu apa yang dilakukannya berujung kepada bencana dan petaka.

Banyak orang yang kelihatannya peduli terhadap lingkungan, namun sebenarnya mereka hanya memikirkan dan mengusahakan kenyamanan bagi diri sendiri.

Orang yang takut kepada Tuhan memiliki tugas untuk memelihara dan merawat bumi.

Jangan serakah dan jangan tamak!. Keserakahan dan ketamakan adalah sumber malapetaka dan kerusakan. Orang serakah akan mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan Allah yang pada waktu menciptaan bumi ini berkata, “Sungguh amat baik!”

Karena itu mari kita memuliakan Tuhan dengan mematikan dalam diri kita keinginan duniawi berupa keserakahan, yang diidentikkan sama dengan penyembahan berhala.

Selamat beraktivitas.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Markus Spiske on Unsplash

Comments

comments