2 Raja 17:13
Berhentilah berbuat jahat dan taatlah kepada perintah-Ku yang terkandung dalam Taurat yang Aku berikan kepada nenek moyang kamu dan juga kamu melalui para nabi, hamba-hamba-Ku.
Dalam sebuah fragmen kecil…
Terjadi perseteruan sengit antara malaikat dengan iblis. Malaikat melontarkan protes keras ke iblis karena ada seorang anak Tuhan yang diperdaya iblis hingga jatuh ke dalam dosa. Ya… namanya juga iblis, kerjanya selalu saja menggoda orang untuk berbuat dosa.
Dengan nada marah, malaikat berkata, ”Hai iblis…kamu tahu nggak bahwa orang itu sudah percaya kepada Tuhan dan sudah dipakai Tuhan selama ini dengan luar biasa, mengapa kamu tega memperosokkan dia ke dalam lembah dosa?”
Lantas dengan santai iblis berkata, ”Salahnya sendiri. Mengapa dia main-main di daerah saya, siapapun akan saya usahakan menjatuhkannya, apalagi kalau dia berada di kawasan saya, tentu akan lebih mudah lagi bagi saya untuk menjatuhkannya.”
Ketika seseorang percaya dan menerima Yesus, maka statusnya sudah menjadi ciptaan baru (2 Korintus 5:17). Tetapi hal itu barulah awal dari kehidupan seseorang menapaki langkah hidupnya di dalam Tuhan.
Masih ada pergumulan lain yang harus dijalani yaitu proses perubahan sifat, sikap dan perilaku dari manusia lama menjadi manusia baru. Di sinilah orang bergumul dan jatuh bangun antara ketaatan dengan ketidaktaatan kepada perintah Allah… antara keinginan daging dengan keinginan roh… antara idealisme / keyakinan dengan kenyataan hidup.
Keinginan Allah adalah agar anak-anak-Nya menang.
Apakah rahasianya agar kita dapat menang?
Salah satu caranya adalah agar kita selalu menempatkan diri dalam lingkaran Allah. Jangan bermain-main di daerah bahaya… di daerah iblis yang berpotensi membawa kita ke jurang dosa. Orang yang berada di luar lingkaran Allah akan tertarik berbuat dosa.
Kalau tidak mau tangan terbakar oleh api, janganlah hanya berdoa kepada Tuhan meminta kekuatan agar tangan tidak terbakar sementara tangan masih tetap berada di atas nyala api. Tariklah tangan dari nyala api dan menjauhlah dari api itu. Berdoalah kepada Tuhan supaya tidak muncul lagi keinginan mencoba-coba mendatangi api.
Itu berarti kita diminta agar memiliki keinginan untuk menjauh dari perbuatan tidak benar serta membenci perbuatan dosa. Jangan merasa diri kuat dan jangan kompromi dengan dosa.
Iblis adalah penipu ulung dan ingin mencelakakan kita. Tanggalkanlah manusia lama yang sarat dengan keinginan dosa di dalamnya. Kenakanlah manusia baru untuk melakukan kehendak Allah yang mulia.
Selamat Hari Minggu.
Selamat beribadah.
Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.
Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung
![]() |
Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya |
Photo by Oliver Pacas on Unsplash




