357. Titik Balik

Viewed : 644 views

Perjalanan iman di setiap era unik, sepanjang perioda ada isu-isu doktrinal yang spesifik. Bagi dikau yang getol ikut persekutuan di era 70’an hingga memasuki era milinial bahkan hingga sekarang, ada kemungkinan dikau dipengaruhi oleh doktrin ’evanglical movement.’

Gerakan ini dimulai di abad ke 18 di Inggris, yang dengan cepat meluas ke US dan akhirnya tersebar ke seluruh dunia, tak terkecuali ke Indonesia. Di tanah air, di era itu bermunculan gereja-gereja Injili dan organisasi misi.

’Lahir Baru’ adalah jargon yang sangat terkenal dari paham ini. Walau kata ‘born again’ (dilahirkan kembali) hanya 4 kali disebutkan sepanjang Alkitab (Yohanes 3:3,7 dan 1 Petrus 1:3,23), namun gemanya begitu kuat untuk memastikan seseorang masuk sorga atau tidak!

Istilah lahir baru biasanya disandingkan dengan slogan ”Sinner’s’ Prayer” atau ‘Doa Terima Kristus.’ Orisinal istilah ini berasal dari tokoh KKR (Kebaktian Kebangunan Rohani) D.L. Moody di akhir abad ke 19. Dan itu dengan efektif dipopulerkan penginjil terbesar di abad ke 20, Billy Graham.

Secara sederhana, jika telah mengucapakan doa tersebut dengan segenap hati, maka daku dianggap telah lahir baru yang artinya sorga sudah di tangan (Roma 10: 9,10). Kepastian ini dikenal dengan istilah Jaminan Keselamatan (Yoh 5:24; 1 Yoh 5:11-13). Gerakan Injili berfokus kepada Berita Injil tentang kematian dan kebangkitan Kristus (1 Korintus 15:1-4).

Tidak sedikit dari Pembaca Budiman menjadi saksi sejarah! Bagaimana berita sederhana yang disertai rangkaian doa yang hanya beberapa kalimat telah menjadi berkah. Sehingga jutaan insan, termasuk daku, mungkin juga dikau, telah diselamatkan.

Hingga memasuki abad ke 21, cerita mulai lagi dari halaman baru!

Dan Kitab Suci, yang sebelumnya mengetahui, bahwa Allah membenarkan orang-orang bukan Yahudi oleh karena iman, telah terlebih dahulu memberitakan Injil kepada Abraham: “Olehmu segala bangsa akan diberkati.” (Galatia 3:8)

Daku, dan bisa jadi juga dikau, dapat mengalami saat-saat yang menentukan. Titik balik yang merubah kehidupan. Saat hati dibakar Firman Tuhan. Terasa apa yang diketahui selama ini, barulah sebagian dari pantulan bayangan samar-samar tentang rahasia ilahi (Kolose 2:2,3). Sejak itu hidup tidak pernah sama lagi.

Kalimat sederhana, yang daku hanya jebolan sekolah dasar pun dapat mencerna. Tidak harus pakar untuk tahu maknanya. Acap kali, moment of truth datang dalam keheningan hati, lain kali seperti kilat menyambar di siang hari. Momen yang merubah kehidupan, kala terjadi click di pikiran. Walau puluhan kali sudah bertemu, namun baru kali ini kalimat itu ada arti baru.

’Injil sudah diberitakan ke Abraham!’

Aaahhh..? Berita Injil sudah disampaikan kepada Abraham. Bagaimanakah mungkin? Bukankah itu di era ribuan tahun sebelum Mesias datang? Agama Yahudi belum ada, istilah Kristen pun belum menjelma, apalagi agama yang berikutnya.

Injil macam apakah yang disampaikan kepada bapa Abraham? Samakah itu dengan yang daku paham? Bukankah Kristus saja belum dilahirkan, apalagi disalibkan? Bahkan itu jauh sebelum dikenal ada humum Taurat, ritual penebusan, apalagi istilah kebaktian. Namun, Injil telah diberitakan!

The man who views the world at 50 the same way he did at 20 has wasted 30 years of his life.” (Muhammad Ali)

Wow wow wow! Titik balik yang penulis alami menjelang abad ke 21, bahwa Injil bukanlah eksklusif milik agama tertentu. Berita yang didengar Abraham tidak ada sama sekali sangkutpautnya dengan kekristenan. Membingungkan! Serasa perlu kocok ulang pemahaman.

Ini kebenaran yang mencengangkan! Titik balik kehidupan.

Walau banyak hal masih belum paham, namun pandangan terhadap dunia berubah secara signifikan. Lihat kiri kanan! Aaahhh lega nian, ternyata daku tidak sendirian. Moga dikau pun click dalam pikiran dan ikut serta dalam gelombang perubahan! Sila renungkan lalu putuskan! Pilihan ada di tangan Puan dan Tuan! (nsm)

NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes.


Telah terbit buku “Misteri Romantika Ilahi“,”Divine Love Story” dan “The Great Dance of Divine Love” karya NSM

Comments

comments