Mahkota Kemegahan Kami

Viewed : 443 views

1 Tesalonika 2:19
Sebab siapakah pengharapan kami atau sukacita kami atau mahkota kemegahan kami di hadapan Yesus, Tuhan kita, pada waktu kedatangan-Nya, kalau bukan kamu?

Filipi 4:1
Karena itu, saudara-saudara yang kukasihi dan yang kurindukan, sukacitaku dan mahkotaku, berdirilah juga dengan teguh dalam Tuhan, hai saudara-saudaraku yang kekasih!

Kemegahan sering diartikan sebagai sesuatu yang membuat kita merasa berhasil, merasa berarti, merasa diterima, merasa berharga, merasa bangga, dan sebagainya.

Apa yang menjadi kemegahan kita?
Tentu banyak hal, dan hal itu yang terus kita usahakan.

Kebanggaan sering dibangun dalam bentuk capaian atas pekerjaan. Tercapai cita-cita. Kedudukan baik. Prestasi terus meningkat. Harta bertambah-tambah. Banyak lagi. Tentulah semua ini baik dan seharusnyalah kita berjuang untuk itu.

Selain kemegahan seperti disebutkan di atas, kalau kita perhatikan apa kata Paulus, ada kemegahan lain yang sangat berharga yang mungkin kita lupa atau terabaikan.

Rasul Paulus berkata bahwa kemegahan tersebut merupakan mahkota. Paulus membangun mahkotanya dalam bentuk membangun manusia. Dia memberi pengaruh agar orang-orang yang dipercayakan Tuhan kepadanya bertumbuh dalam pengenalan akan Tuhan. Bersifat abadi.

Biarlah perkataan Paulus tersebut menginspirasi dan mendorong kita agar tidak hanya kemegahan di dunia ini saja yang kita pikirkan untuk diraih, namun mari arahkan hati kepada mahkota abadi.

Kesempatan yang masih ada kita gunakan untuk berdoa dan bersaksi agar orang-orang berjumpa dengan Yesus. Mari kita hidup melayani dan berkontribusi membangun manusia untuk takut akan Tuhan… mereka berakar, bertumbuh, dan berbuah di dalam Kristus.
S e m o g a !

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung.

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahĂșn 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by K. Mitch Hodge on Unsplash

Comments

comments