Bertobatlah dan Terimalah Pengampunan dari Allah

Viewed : 1,241 views

Yesaya 59:1-2
Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.

Seorang ayah menyeberang jalan besar sambil menuntun anaknya yang masih kecil. Tiba-tiba di tengah jalan, anaknya itu melepaskan pegangannya dari tangan ayahnya dan berusaha menyeberang sendiri dalam jalan raya yang padat dan penuh kendaraan yang berseliweran.

Sang ayah kaget dan berusaha mengejar anaknya itu. Ketika dia meraih tangan anaknya, dia membawanya ke pinggir jalan. Dia berhenti sebentar. Dia marah dan membentak anaknya.

Karena kesal betul, ayah itupun memukul kaki anaknya. Anaknya itu pucat dan menangis serta berteriak-teriak, “Ampun Pa!, saya tidak akan lakukan lagi….”

Orang-orang yang lewat melihat dan berkata dalam hatinya, “Sadis benar bapak itu!” .

Dia tega memukul anaknya, namun justru dia sayang kepada anaknya. Dia tidak mau anaknya celaka tertabrak kendaraan. Dia ingin anaknya aman menyebrang. Karena itu dia marah melihat tingkah anaknya yang lari begitu saja di keramaian jalan yang berbahaya.

Allah mengasihi manusia. Dia tidak mau manusia celaka dan mati dalam dosanya. Itulah sebabnya mengapa Allah memberikan Yesus Kristus untuk menebus kita. Tetapi di sisi lain, Allah memberi tindakan disiplin terhadap orang yang tetap di dalam dosa.

Dosa membuat putusnya hubungan manusia dengan Allah dan itu berarti manusia berada dalam bahaya. Karena Allah sayang, Allah ingin menarik kita dari kuasa dosa.

Nabi Yesaya berkata bahwa yang menjadi penyebab pemisah antara manusia dengan Allah adalah dosa. Dosa membuat Allah menyembunyikan diri terhadap manusia.

Namun kita bersyukur ada penebusan dalam darah Kristus. Namun demikian ada senantiasa hajaran Allah terhadap anak-anak-Nya. Didikan serta hajaran-Nya mengingatkan agar kita jauh dari perilaku dosa.

Bertobatlah dan terimalah pengampunan dari Allah.

Selamat beraktivitas.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Drew Willson on Unsplash

Comments

comments