Senyumlah Sebentar

Viewed : 352 views

“Kesini ada roti.” Teriak ibu itu. Kemudian berdatangan bapak dan ibu. Saat itu pagi yang belum terlalu sibuk di tempat transit pembuangan sampah daerah Sidakarya.

Mereka ambil roti sambil bercanda, seperti anak-anak yang rebutan mainan😄. Semuanya sambil tersenyum dan salah satu orang teriak. “Makasih bos.”

“Nggih pak.” Jawabku sambil menganggukkan kepala. Tidak lupa sambil senyum juga 😁. Senang rasanya melihat mereka tersenyum dan bersenda gurau.

Seperti penggalan lirik lagu. “Bahagia itu sederhana, apabila melihat senyummu.”

Itu yang kurasakan. Kebahagiaan melihat senyuman bapak dan ibu tersebut. Setiap harinya mereka bergelut dan berjuang. Mereka tidak peduli aroma sampah yang sangat menyengat. Mereka tetap mengais sampah dan memisahkan benda yang sekiranya masih bisa dijual.

Setidaknya roti yang kubawakan memberikan sedikit rasa manis di kehidupan yang mereka jalani. Terima kasih bapak dan ibu sudah menyambutnya dengan bahagia, sehingga membuat aku juga bahagia.

Ada kebahagiaan lainnya juga. Jadi, beberapa minggu yang lalu aku antar roti sekitar jam 1an malam. Suasananya lagi hujan dan pas arah pulang masih gerimis. Pas melintas di jalan besar aku sepintas melihat ke pinggir jalan. Ada bapak yang berjalan sambil dipundaknya seperti ada dua keranjang.

Beberapa hari sebelumnya aku melihat bapak itu juga di jam yang sama duduk beristirahat di trotoar jalan. Aku memutuskan putar balik dan meminta bapak itu untuk berhenti.

Keranjang yang dibawa bapak tersebut berisi kacang tanah rebus. Pertama aku beli kacang tersebut. Sambil dibungkus aku ngajak ngobrol. Bapak itu bilang dia jualan di pantai Kuta. Dia lagi pulang jalan kaki ke Ubung. Jarak yang sangat jauh. Dagangannya belum habis juga walaupun sudah larut malam.

Bapak itu ngasih kacang tersebut dan aku langsung bayar. Setelah bayar, aku ambil sekantong plastik yang memang sudah kusiapkan untuk bapak ini, karena beberapa hari sebelumnya aku melihatnya duduk di pinggir jalan. Malam itu memang aku berdoa supaya ketemu sama bapak itu. Puji Tuhan, doaku dikabulkan.

“Ini pak dibawa saja ada roti di dalam.” Kataku sambil tersenyum. Bapak itu sedikit kaget dan dia balas dengn senyum juga sambil mengucapkan terima kasih. Bahagia lagi tercipta di larut malam tersebut. Semoga bisa bertemu lagi dengan bapak tersebut.

Ternyata hal-hal seperti ini bisa membuat bahagia. Kalau istilah anak sekarang ‘full of senyum.’ 😅

Tuhan memberkati.

Denpasar, 020423

Ian Bangun, Couplepreneur dengan istri di bidang Bakery dengan brand Memori Cake Bali. Dari jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Unpad dan sekarang jadi tukang roti. Di sela kesibukan baking dan mengurus anak masih sangat senang untuk menulis. Fokus menulis untuk menceritakan kebaikan Tuhan dari setiap proses kehidupan yang dialami.

Photo by The Ian on Unsplash

Comments

comments