Niche

Viewed : 330 views

Apakah ada yang sepemikiran bahwa semua orang bisa dijadikan menjadi pelanggan dari usaha kita?

Awalnya aku berpikiran hal seperti itu. Dengan optimis melangkah, pasti semua orang bisa jadi customernya Memori Cake Bali. Ternyata, pemikiran seperti ini keliru. Ternyata tidak semua orang bisa dijadikan customer.

Seiiring berjalannya waktu dan kini Memori Cake hampir berumur 2 tahun, kami banyak belajar mengenai ini. Perubahan pola pikir mengenai pencarian market kami juga banyak mengalami kemajuan.

Prinsip dasar yang kupegang sebelum kami memulai usaha, bahwa “setiap usaha pasti punya pelanggan”. Dan ternyata tidak semua bisa dijadikan pelanggan. Seperti kami sebagai spesialis roti dan brownies. Kami harus menerima, bahwa tidak semua orang tertarik untuk membeli roti dan brownies.

Akan tetapi, banyak orang dapat dijadikan sebagai customer. Nah, maksudnya customer yang lebih spesifik. Misalnya kami mengeluarkan produk brownies mini. Target market kami ke orang-orang yang mau praktis memakan brownies. Karena ukurannya yang kecil, dilengkapi dengan sendok, dan praktis bisa dibawa kemana-mana.

Penentuan customer yang spesifik ini, kalau nama kerennya disebut “niche”. Buat apa menentukan “niche” ini?

Contohnya begini. Kami mengeluarkan produk roti dengan ukuran mini. Kalau dijual satuan ke pembeli biasa, tidak akan mendapatkan untung yang banyak. Jadinya kami mencari marketnya ke pelaku usaha yang khusus menyediakan snack box. Fokus kami mencari pelaku usaha ini sebanyak mungkin. Kami menyediakan roti versi mini untuk mereka.

Jadi, sederhananya kami lebih spesifik mengeluarkan produk versi mini khusus untuk menjadi rekanan usaha snack box.

Contoh lainnya lagi. Kami mengeluarkan roti ukuran medium. Tidak kecil dan tidak besar juga. Target market kami untuk produk ini ke kantin dan coffe shop. Jadi, harga yang tidak terlalu mahal dan ukuran yang pas sangat cocok untuk target market kesini.

Awalnya kami kebingungan menentukan niche kami. Kami merasa terlalu banyak target market yang bisa dijadikan customer potensial. Kesininya dalam beriklan, aku membagi niche kami.

1. Versi mini untuk usaha snack box,
2. Versi medium untuk kantin, coffe shop,
3. Hampers untuk ulang tahun, hari raya, dan hari penting lainnya. Orang yang membutuhkan hadiah untuk diberikan ke orang lain.
4. Roti dan brownies ukuran besar untuk dikonsumsi sehari-hari.

Mungkin kedepan niche kami juga bisa berubah. Tergantung situasi market.

Disini aku belajar perlu sekali mengenali apa usaha yang dikerjakan. Selain itu, mengetahui situasi target market. Tentang rata-rata usia produktif, kebiasaan, kondisi lingkungan, dan lain sebagainya. Intinya tujuan untuk mengetahui secara spesifik ini lebih membuat waktu dan pekerjaan lebih efektif dan efisien. Dari hal spesifik ini akan muncul strategi terbaik untuk mendapatkan pelanggan potensial.

Terlepas dari itu semua. Salah satu yang penting selalu berserah dan berdoa kepada Tuhan. Karena kita banyak merencanakan, tetapi Tuhan yang akan membukakan pintu.
Seperti dari Mazmur 127 ini “Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.”

Semangat mengenali usaha dan target market kita.

Tuhan memberkati
Denpasar, 230123

Ian Bangun, Couplepreneur dengan istri di bidang Bakery dengan brand Memori Cake Bali. Dari jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Unpad dan sekarang jadi tukang roti. Di sela kesibukan baking dan mengurus anak masih sangat senang untuk menulis. Fokus menulis untuk menceritakan kebaikan Tuhan dari setiap proses kehidupan yang dialami.

Comments

comments