83. ‘Cinta Menembus Batas’

Sahabat! Allah telah memilih Anda sebelum dunia ada (Efesus 1:4)! Serasa dalam keabadian, Dia mendeklarasikan kepada diri-Nya sendiri: ‘Aku suka kamu!’ Maklumat ini bergema di dunia baka hingga sekarang, di abad ke 21 ini. Itu akan langgeng terus sampai selama-lamanya. Konsekuensi kebenaran ini sangat signifikan, utamanya, dalam kehidupan kita. Tunggu dulu, maksudnya? Begini. Bisa jadi…

82. ‘Ooo Cinta’

Sahabat! Allah mengasihi saya, bahkan sebelum saya lahir! Sebelum apapun yang dilakukan, Dia sudah memutuskan dalam keabadian: ‘Aku suka kamu!’ Nama Saudara sudah ada dalam hati Allah sebelum Saudara bisa hirup udara. Sebelum awak bisa merangkak. Sebelum bisa membedakan tangan kanan dan kiri. Sebelum sampean bisa ucapkan: ‘Haleluyah!’ Bahkan sebelum dikau bisa mengucapkan sepatah kata…

81. ‘Cinta Monyet’

Friends! Wah baru sadar jika Sang Pencipta juga ada ‘mood’nya. Suasana Hati-Nya juga agak mirip-mirip kita juga. Itu orang bilang ‘11 12’-lah. Allah ada emosi. Bak hati kita yang secara perasaan bisa ‘naik-turun’ sesuai dengan keadaan sekitar. Agak-agaknya serupa itu juga Dia.  Aaahhh, serius?  Dia, yang bersemayam di sorga, tertawa; (Mazmur2:4) Allah tertawa? Akurat, Dia…

80. ‘Cinta Buta’

Friends! Mantap juga ya, bahwa kita tercipta karena cinta! Seumpama Allah ada mood-nya (suasana hati), maka kita diciptakan selagi Dia bersiul-siul ringan karena hati-Nya melimpah dengan amor. Aaahhh, bagaimanakah dapat membayangkan suasana hati Tri Tunggal Yang Maha Agung selagi belum ada segala sesuatu? Dan bagaimana pula hingga suatu ‘saat’ (Sejatinya, kata ‘saat’ tidak tepat karena…

79. ‘By Love, In Love, And For Love’

Guys! Ikuti serial film kung fu Jet Li ‘Once Upon a Time in China’? Sesuai dengan judulnya: ‘Dahulu Kala Di China.’ Mengapa dikatakan ‘dahulu kala’? Tentu karena itu tak dapat dipastikan kapan terjadi karena memang itu hanya karangan, imajinasi penulis naskah! Tentu sudah dapat ditebak itu adalah ceritera dongeng, khayalan, rawi, hikayat ataupun legenda. Miriplah…

78. ‘Cinta Berkait’

Sahabat! Allah mencari ‘hati’. Dia tak tertarik dengan tampang apalagi postur tubuh yang serasi nan elok dipandang mata. Dia tak terkesan dengan suara merdu apalagi mahir berkhotbah. Dia tak terpesona dengan bakat apalagi dengan yang multi-talent alias serba bisa. Dia tak terpikat dengan ketrampilan apalagi yang sukses dalam pelayanan. Dia tak terlena dengan IQ genius…

77. ‘Di Bawah Mikroskop’

Naskah hidup nabi Ayub dan keluarga memang kontroversial. Mengapa? Umumnya masyarakat berpendapat bahwa: jika engkau taat beribadah maka hidupmu akan baik-baik saja. Itu logika yang lumrah dan wajar. Tapi kalau sebaliknya? Ya, tahu sendirilah! Itulah nilai, prinsip, bahkan doktrin yang diajarkan baik langsung maupun tidak oleh semua agama termasuk kemungkinan besar agama Nasarani. Di dunia…

76. ‘Titik Nadir’

Tidaklah mudah mahami apa yang terjadi dalam kehidupan ini. Bayangkan kalau Saudara mengalami seperti yang dialami Ayub. Tentu seribu satu pertanyaan muncul tentang Tuhan. Bagi kita yang hidup di abad ke 21, kisah Ayub dan keluarga mudah saja dianalisa. Lantas dari situ ditarik kesimpulan berupa butir-butir pelajaran kehidupan orang beriman. Tapi coba bayangkan perasaan Ayub!…

75. ‘Dibelakang Layar’

Naskah kisah hidup nabi Ayub, sangat kontroversial. Sejujurnya, kisah apakah yang Dia ingin sampaikan di era digital? Tentu tidaklah kebetulan kitab ini terpelihara sedemikian rupa sehingga menjadi bagian dari 66 kitab dalam Alkitab. Sahabat! Ceritera apa sesungguhnya yang hendak ingin Ia sampaikan? Bayangkan! Seumpama, Saudara ada di posisi nabi Ayub! Nikmati bagaimana rasanya berada di…

74. ‘Nguping: Debat Naskah Hidup Saudara!’

Aaahhh! Ini bagian yang sungguh sulit dapat dimengerti. Oklah. Mari kita simak bersama apa yang terjadi. Ruangan terasa ikut-ikutan jadi hangat. Kala terjadi debat yang ‘panas’ sampai-sampai rela mempertaruhkan nama baik dan kehormatan diri! Tak tahu berapa lama debat ala anggota DPR tentang hak Angket KPK berlangsung. Mungkin jaman, harian, mingguan, atau bahkan tahunan. Bisa…

73. ‘Naskah Tak Berpola’

Setiap individu ada naskah hidup yang harus dilakoni. Pemazmur katakan, naskah itu unik untuk setiap insan. Dan itu telah ditulis bahkan sebelum yang bersangkutan lahir! ’mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya.’ (Mazmur 139:16). Mungkinkah naskah itu dapat diubah? Dibelokan? Dan diluruskan?…

72. ‘Naskah Liar!’

Siapakah yang dapat memahami hakekat hidup? Siapakah yang dapat memilih naskah hidup bagi dirinya sendiri untuk dilakoni? Saya lahir dan menjadi ada. Sahabat lahir dan siapapun yang pernah hidup. Seluruhnya tak pernah ada kesempatan untuk memilih kemungkinan lain bagi naskah hidupnya. Dan hidup yang sangat pendek ini, sangat sulit mencari kaitannya dengan ceritera yang lebih…