Sobat! Allah itu kasih (1 Yohanes 4:8). Namun, gagasan bahwa Dia telah mengasihi kita sebelum dunia dijadikan (Efesus 1:4), sungguh janggal dan sulit diterima akal sehat. Kasih-Nya kepada Saudara tak bergantung kepada ketaatan Saudara beribadah. Hal ini berseberangan dengan semua dalil agama. Kasih-Nya kepada Saudara tak dapat ditambah bahkan dengan lebih semangat melayani-Nya. Inipun berbenturan…
Category: Cinta
86. ‘Cinta KW’
Friends! Cinta Tuhan kepada kita hendaknya menjadi sauh. Jangkar yang menuntun jiwa dalam melewati gelombang badai. Angin puting-beliung berupa tuntutan dan ancaman dari berbagai ajaran maupun doktrin agama. Dan itu terjadi tak terkecuali di lingkungan agama Nasrani. Moga sirnalah pula rasa bersalah karena tak mampu memenuhi desakan umat beragama. Hendaknya terkikis habis sangkaan bahwa profesi…
85. ‘Cinta Sungsang’
Sobat! Betapa leganya mengetahui bahwa kita adalah kekasihi Tuhan! Cinta Tuhan kepada kita, pribadi lepas pribadi, serupa. Sama dalam arti kadar, kwalitas, maupun kwantitasnya. Tak ada dalam kamus-Nya istilah favoritisme. Maaf, artinya? Ooo, Allah tidak mengidolakan dikau yang fasih berbahasa Inggris dan menganggap remeh yang hanya bisa bahasa Braile. Dia tidak lebih sayang kepada umat…
84. ‘The Hidden Beauty’
Sahabat! Cinta memang misterius. Kata ahli matematik: ‘Semua kejadian dapat dibuat rumusan matematiknya, kecuali orang jatuh cinta!’ Cinta di luar nalar dan sering bertindak tidak menuruti norma umum. Cinta juga dapat menimbulkan gairah sehingga memunculkan kekuatan di luar kewajaran. Namun, tanpa cinta hidup ini terasa hambar dan hampa. Cinta itu essensi kehidupan, kualitas kehidupan. Cinta…
83. ‘Cinta Menembus Batas’
Sahabat! Allah telah memilih Anda sebelum dunia ada (Efesus 1:4)! Serasa dalam keabadian, Dia mendeklarasikan kepada diri-Nya sendiri: ‘Aku suka kamu!’ Maklumat ini bergema di dunia baka hingga sekarang, di abad ke 21 ini. Itu akan langgeng terus sampai selama-lamanya. Konsekuensi kebenaran ini sangat signifikan, utamanya, dalam kehidupan kita. Tunggu dulu, maksudnya? Begini. Bisa jadi…
82. ‘Ooo Cinta’
Sahabat! Allah mengasihi saya, bahkan sebelum saya lahir! Sebelum apapun yang dilakukan, Dia sudah memutuskan dalam keabadian: ‘Aku suka kamu!’ Nama Saudara sudah ada dalam hati Allah sebelum Saudara bisa hirup udara. Sebelum awak bisa merangkak. Sebelum bisa membedakan tangan kanan dan kiri. Sebelum sampean bisa ucapkan: ‘Haleluyah!’ Bahkan sebelum dikau bisa mengucapkan sepatah kata…
81. ‘Cinta Monyet’
Friends! Wah baru sadar jika Sang Pencipta juga ada ‘mood’nya. Suasana Hati-Nya juga agak mirip-mirip kita juga. Itu orang bilang ‘11 12’-lah. Allah ada emosi. Bak hati kita yang secara perasaan bisa ‘naik-turun’ sesuai dengan keadaan sekitar. Agak-agaknya serupa itu juga Dia. Aaahhh, serius? Dia, yang bersemayam di sorga, tertawa; (Mazmur2:4) Allah tertawa? Akurat, Dia…
80. ‘Cinta Buta’
Friends! Mantap juga ya, bahwa kita tercipta karena cinta! Seumpama Allah ada mood-nya (suasana hati), maka kita diciptakan selagi Dia bersiul-siul ringan karena hati-Nya melimpah dengan amor. Aaahhh, bagaimanakah dapat membayangkan suasana hati Tri Tunggal Yang Maha Agung selagi belum ada segala sesuatu? Dan bagaimana pula hingga suatu ‘saat’ (Sejatinya, kata ‘saat’ tidak tepat karena…
79. ‘By Love, In Love, And For Love’
Guys! Ikuti serial film kung fu Jet Li ‘Once Upon a Time in China’? Sesuai dengan judulnya: ‘Dahulu Kala Di China.’ Mengapa dikatakan ‘dahulu kala’? Tentu karena itu tak dapat dipastikan kapan terjadi karena memang itu hanya karangan, imajinasi penulis naskah! Tentu sudah dapat ditebak itu adalah ceritera dongeng, khayalan, rawi, hikayat ataupun legenda. Miriplah…
78. ‘Cinta Berkait’
Sahabat! Allah mencari ‘hati’. Dia tak tertarik dengan tampang apalagi postur tubuh yang serasi nan elok dipandang mata. Dia tak terkesan dengan suara merdu apalagi mahir berkhotbah. Dia tak terpesona dengan bakat apalagi dengan yang multi-talent alias serba bisa. Dia tak terpikat dengan ketrampilan apalagi yang sukses dalam pelayanan. Dia tak terlena dengan IQ genius…
77. ‘Di Bawah Mikroskop’
Naskah hidup nabi Ayub dan keluarga memang kontroversial. Mengapa? Umumnya masyarakat berpendapat bahwa: jika engkau taat beribadah maka hidupmu akan baik-baik saja. Itu logika yang lumrah dan wajar. Tapi kalau sebaliknya? Ya, tahu sendirilah! Itulah nilai, prinsip, bahkan doktrin yang diajarkan baik langsung maupun tidak oleh semua agama termasuk kemungkinan besar agama Nasarani. Di dunia…
76. ‘Titik Nadir’
Tidaklah mudah mahami apa yang terjadi dalam kehidupan ini. Bayangkan kalau Saudara mengalami seperti yang dialami Ayub. Tentu seribu satu pertanyaan muncul tentang Tuhan. Bagi kita yang hidup di abad ke 21, kisah Ayub dan keluarga mudah saja dianalisa. Lantas dari situ ditarik kesimpulan berupa butir-butir pelajaran kehidupan orang beriman. Tapi coba bayangkan perasaan Ayub!…