77. ‘Di Bawah Mikroskop’

Viewed : 1,401 views

Naskah hidup nabi Ayub dan keluarga memang kontroversial. Mengapa? Umumnya masyarakat berpendapat bahwa: jika engkau taat beribadah maka hidupmu akan baik-baik saja. Itu logika yang lumrah dan wajar. Tapi kalau sebaliknya? Ya, tahu sendirilah! Itulah nilai, prinsip, bahkan doktrin yang diajarkan baik langsung maupun tidak oleh semua agama termasuk kemungkinan besar agama Nasarani.

Di dunia ‘sana’, di belakang layar, ceriteranya lain sama sekali! Ketulusan ibadah dan ketentraman keluarga nabi Ayub sedang diamati bak cacing tak berdaya di bawah mikroskop. Entah angin dari mana. Tak tahu apa yang terblesit dalam pikiran. Namun, tiba-tiba Allah Sang Pencipta ‘henti’ sejenak dari ‘kesibukan.’ Dan secara tajam dan cermat, Dia merperhatikan kehidupan nabi Ayub. Aaahhh, Dia tersenyum sehingga mengundang keheranan Iblis yang sudah seharian tak lelah keliling dunia. Iblis terpaku ketika Sang Khalik berkata dengan ‘PD’:  ‘Kau lihat hamba-KU Ayub?’ (Ayub1:1-6)

Sahabat! Nabi Ayub terpilih ‘naik’ pentas untuk memerankan adengan yang tak ada duanya dalam sejarah peradaban manusia! Maaf, untuk apa? Untuk menunjukkan bahwa fondasi Kerajaan Allah adalah cinta sejati dan bukan kekuasaan!  ’Apakah mungkin ada manusia takwa dan hidup beribadah tanpa mengharapkan imbalan apapun dari Sang Pencipta?’ desis sang Ular dengan congkaknya (Ayub 1:9). Ya ya ya, apakah ada yang berdoa, berpuasa, dan berkorban dana untuk persembahan/ perpuluhan bahkan melayani Tuhan hingga menyerahkan nyawanya tanpa mengharapkan balasan apapun dari Sang Khalik? Ada?

Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia. ( 2Tawarikh 16:9) 

Ini masalah hati Sahabat! Tampilan luar sering kali menyesatkan! Jangan terkecoh! Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. (Matius 15:8)

Hati tidak dapat dipaksa! Bahkan oleh kemahakuasaan Allah sekalipun. Aaahhh, apakah itu sebabnya Allah undur? Dan Dia membiarkan Ayub seorang diri berjuang menghadapi hatinya sendiri ketika bencana menghampiri? Kekuasaan, kekuatan, otot baja semua tak berdaya di hapan hati. Itu bak kekuatan Simson yang luar biasa tak berkutik di sudut kerling mata Deliala?

Simson jatuh cinta kepada seorang perempuan dari lembah Sorek yang namanya Delila. (Hakim Hakim 16:4)

Kalau sudah jatuh cinta, apa saja dilakukan Simson bahkan hingga hal-hal yang tak masuk akal. Hati itu kesengsem dengan cinta, cinta sejati! Yes yes yes, inilah yang dicari Allah. Dia melihat hati. Cinta itu, sejatinya, misterius. Cinta semacam ini yang membuat Ayub berkata: ’hal-hal baik dan yang buruk itu sama saja semuanya terjadi karena Allah!’ (Ayub 2:10). Bagi cinta, maaf, tahi kambing-pun terasa coklat!

Hati… cinta sejati. Aaahhh mata Tuhan tengah mencari hati yang tulus, cinta yang murni. Hati-ku lagi di bawah mikroskop dan ragu apakah ada hati yang tulus nan murni? Ataukah hati yang penuh dengan hitungan dagang? Bagaimana dengan hati Saudara? (nsm)

NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes.


Telah terbit buku “Misteri Romantika Ilahi” karya NSM

Image by fernando zhiminaicela from Pixabay

Comments

comments