74. ‘Nguping: Debat Naskah Hidup Saudara!’

Viewed : 690 views

Aaahhh! Ini bagian yang sungguh sulit dapat dimengerti. Oklah. Mari kita simak bersama apa yang terjadi. Ruangan terasa ikut-ikutan jadi hangat. Kala terjadi debat yang ‘panas’ sampai-sampai rela mempertaruhkan nama baik dan kehormatan diri! Tak tahu berapa lama debat ala anggota DPR tentang hak Angket KPK berlangsung. Mungkin jaman, harian, mingguan, atau bahkan tahunan. Bisa jadi ini debat terpenting dalam sejarah yang tercatat. Maksudnya? Begini! Debat ini menentukan ‘nasib alias naskah hidup’ Saudara atau siapapun yang pernah atau akan hidup di muka bumi ini.

Bersyukurnya debat ini disiarkan ‘live.’ Saudara dan siapa saja yang berminat –tak terkecuali- dapat terlibat. Ikut serta dengan melihat dan mendengar langsung sidang bak menentukan hak angket tersebut. Ini bisa jadi siaran ‘live’ terlama dalam sejarah umat manusia. Sayangnya, ini terjadi dalam dunia yang tak kasad mata. Di tempat entah brantah. Siap untuk nguping apa yang mereka debatkan?

Mari pelan-pelan melangkah dan hadir dalam ruangan itu. Sssttt, usahakan kehadiran Saudara tak terdeteksi. Dengan demikian, berharap jalannya persidangan tak akan terganggu. Maaf, Saudara harus diam, cukup dengarkan saja. Walau mungkin Saudara bisa angkat tangan dan protes! Interupsi, tanda tak setuju dengan sidang yang tengah berlangsung. Maaf, sila tetap diam. Simak dan fokus saja ke materi debat. Yang lainnya, sementara, anggap saja asessoris.

Pada suatu hari datanglah anak-anak Allah menghadap TUHAN dan di antara mereka datanglah juga Iblis. Maka bertanyalah TUHAN kepada Iblis: “Dari mana engkau?” Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: “Dari perjalanan mengelilingi dan menjelajah bumi.” Lalu bertanyalah TUHAN kepada Iblis: “Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorangpun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.” (Ayub 1:6-8)

Wow wow wow! Allah menunjuk ke nabi Ayub! Artinya? Allah bangga ke pada integritas dan ketakwaannya. Aaahhh, ini yang paling riskan dari adegan ini! Nama besar dan reputasi Allah dipertaruhkan. Itu digantungkan kepada sikap dan respon Ayub terhadap bencana dan penderitaan yang dia akan hadapinya! Nama besar-Nya bersandar kepada makhluk ciptaan yang rapuh. Ini permainan yang sangat riskan! Ini ibarat pertandingan sepak bola antara Real Madrid vs PSSI! Dan seluruh umat manusia mempertaruhakan masa depan di tangan tim PSSI. Berani? Mau? Allah berani dan mau! Bagaimana mungkin Allah Pencipta Alam Semesta ini mempertaruhkan reputasi-Nya ke tangan seorang manusia? Tindakan yang terlalu gegabah! Terlampau besar resikonya!

Di seberang sana. Di dunia nyata. Ayub seorang pengusaha sukses bergelimpangan harta. Ribuan kambing, sapi, dan tak terbilang unta. Keluargapun bahagia. Dengan 7 anak laki-laki dan 3 perempuan serta hamba-hamba senantiasa berjaga-jagan (Ayub 1:2,3). Adakah gambaran yang lebih sempurna? Betapa itu semua idaman setiap manusia.

Hari, minggu, dan tahun berlalu. Ayub tak merasa ada firasat. Nihil tanda-tanda. Semua berjalan sebagaimana biasanya. Akan tetapi, siapakah sangka? Di dunia tak kasat mata, ‘nasib’ Ayub tengah dibicarakan! Hidupnya seolah-olah dijadikan taruhan!  

Dan…

Lalu jawab Iblis kepada TUHAN: “Apakah dengan tidak mendapat apa-apa Ayub takut akan Allah? (Ayub 1:9)

Wah wah wah! Itu pertayaan yang langsung menusuk jantung. Mengorek-ngorek motivasi peracaya dan ikut Tuhan. Apakah Ayub akan tetap takwa? Jika bisnis gagal! Ditimpa bencana. Bahkan menderita penyakit yang tak dapat disembuhkan. Ataukah dia mengasihi Allah karena hidupnya selalu beruntung? Kalau Saudara, bagaimana? (nsm)

NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes.


Telah terbit buku “Misteri Romantika Ilahi” karya NSM

Image by Tabitha Guarnieri from Pixabay

Comments

comments