Ibu-Ku dan Saudara-saudara-Ku

Viewed : 371 views

Markus 3:33-35
Jawab Yesus kepada mereka: “Siapa ibu-Ku dan siapa saudara-saudara-Ku?”
Ia melihat kepada orang-orang yang duduk di sekeliling-Nya itu dan berkata: “Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku!
Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.”

Ketika kita mengatakan seseorang saudara kita, berarti orang tersebut adalah betul-betul anggota keluarga kita. Atau boleh jadi mengakui sebagai saudara dengan alasan;
• mungkin karena orang itu kerabat kita,
• mungkin karena dia sahabat kita,
• mungkin karena sekampung dengan kita,
• mungkin karena kenalan kita,
• mungkin karena orang tersebut terkenal dan berpengaruh besar, sehingga kita ikut bangga dan ingin rasanya bersaudara dengan dia, seolah akan menaikkan status kita,
• banyak lagi mungkin alasan lain.

Kita bersyukur dan memuji Tuhan karena oleh anugerah-Nya kita telah ditebus. Kita menjadi anak-anak Allah. Kita bersaudara di dalam Kristus.

Pagi ini kita diingatkan tentang hal yang penting, yaitu tentang apa kata Yesus: siapa saudara-Nya. Saudara-Nya adalah orang-orang yang melakukan kehendak Allah. Itulah tanda dan cirinya.

Biarlah kita menunjukkan tanda dan ciri bahwa kita adalah saudara-Nya dengan senantiasa melakukan kehendak-Nya.
S e m o g a !

Selamat beraktifitas.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkati kita senantiasa. Amin.

Salam dan doa,
Alamta Singarimbun – Bandung

Alamta Singarimbun adalah seorang Doktor dari Universitas Kyushu Jepang.Saat ini bekerja sebagai Dosen di Departemen Fisika ITB sejak tahun 1987 dan juga Dosen Agama & Etika Kristen Protestan di ITB sejak tahún 2011. Tahun 2013 ditahbiskan sebagai Pendeta Kampus (Campus Chappel) di Gereja Anglikan Indonesia. Baca selengkapnya

Photo by Vince Fleming on Unsplash

Comments

comments