120. ’Jalan Cinta’

Tak perlu pergi jauh² ke manca negara untuk merasakannya. Dikau tidak harus jadi pengkhotbah untuk dapat mengalaminya. Tidak juga harus mumpuni pengertian Alkitabmu untuk mencernanya. Tidak dibutuhkan gelar dari sekolah teologia, apalagi harus tamat sarjana muda. Ini ceritera kehidupan tentang dikau dan aku. Ini kisah hati, kisah cinta, Cinta Ilahi, Divine Romance. Dari segi umur,…

119. ’Ini itu Cinta’

Ada rasa puas tersendiri andai dapat memenuhi tuntutan kewajiban ritual keagamaan. Semakin panjang dan berat serta mahal kewajiban itu semakin besar rasa lega bila dapat lengkap menunaikannya. Masyarakat respek dengan capaianmu dan menjuluki dikau sebagai insan yang takwa. Keluarga bangga, tetangga tak pandang lagi sebelah mata. Bersiaplah menjadi tokoh agama dan bisa jadi kandidat pengurus…

118.’Jauh Dekat Cinta’

ALLAH adalah kasih, segala sesuatu DIA lakukan dalam kasih. Selfless Love, kasih tanpa pamrih, tanpa menuntut balas. Itu kasih tanpa syarat. DIA mengasihi, karena itulah jati diri-NYA. Tidak mungkin DIA tidak mengasihimu, terlepas dikau seorang percaya yang taat, ataupun penganut ateisme, apalagi free thinkers, maupun ‘none’ (tak beragama). Cinta-NYA takkan berkurang walaupun dikau seorang politikus…

117.’Nafas Cinta’

Jalan ini jarang dilalui, yang sebelah ramai sekali. Hasrat hati menapaki walau sering merasa sendiri. Jalan panjang nan sepi, semak duri sering melukai. Siapa nanya, jalan sepi merubah mimpi. Fakta ataukah fiksi? Aaahhh, siapa yang akan peduli. Walau sepi dan berduri, senang sahabat setia turut serta menyertai. Kendati sulit dimengerti, kiranya dikau dapat menikmati. Perjalanan…

116. ’Cinta di Taman’

Sebelum dikau ada, sebelum ada yang tercipta. Ini kisah baka lebih tua dari masa. Sang ADA saling mengasihi lestari sepanjang masa. ALLAH Abraham, ALLAH Ishak, ALLAH Yakup dalam persekutuan BAPA, ANAK, dan ROH KUDUS ke TIGA yang ESA. Hakikinya ALLAH adalah kasih, kasih kekal nan abadi. Setiap PRIBADI dalam kesatuan utuh tak terbagi, saling mengasihi…

115. ’Alturistic Love’

Waktu begitu cepat berlalu dan semua terasa buru². Hidup sibuk dikejar waktu, dan itu bukan hanya seminggu! Kemajuan teknologi komunikasi membuat hidup terpaku. Semua sibuk bermain hp saku. Tak ada lagi waktu rehat, walau singkat. Semua yang diingikan maunya didapat sesaat. Langka jika dikau masih bisa duduk diam tenang walau sekelebat. Masihkah tersisa menit berkomtemplasi…

114. ’Cinta Itu Menyatukan’

Awan cumulunimbus rajin hadir di langit Jakarta beberapa hari belakangan ini. Kadang terasa mencekam, kala petir sahut menyahut. Mentari terasa seperti malu² sembunyi di antara awan kelabu. Butiran air berjatuhan membasahi jemuran. Tepat seperti diprakirakan para cerdik pandai cuaca, demikianlah siklus musim berlalu. Pergerakan bumi dan bulan mengelilingi matahari yang mengendalikan musim² di bumi sudah…

113. ’Cinta Itu Relasi’

Gulungan ombak berlari menuju pantai, disertai angin pagi berhembus sepoi². Mentari pagi bersinar cerah, menyambut hari penuh berkah. Hati dua sejoli larut dalam ‘amor’ di taman sorgawi. Ini kisah cinta dua insan di taman nirwana. Kalau sudah cinta, terasa semua ikut gembira. Alam ria, walaupun berdua terasa meriah. Senantiasa berada disamping Hawa, itulah rindu dendamnya….

112. ’LOVE Thinks No Evil’

Duhai cinta, cinta menggairahkan tapi juga melumpuhkan. Cinta memotivasi tekat akan tetapi bersamaan mematahkan semangat. Cinta memberi kehidupan namun beriringan dengan menuntut kematikan. Cinta itu melepaskan hak sekaligus menggenggamnya. Wahai cinta, cinta itu memberi dengan rela tapi juga menuntut dengan paksa. Cinta itu berkorban, tapi siapa sangka itu juga cari untung sendiri. Cinta itu menyerahkan…

111. ’Hidup Untuk Cinta’

Allah itu kasih, apapun yang dilakukan, DIA kerjakan dengan welas asih (Ef 1:5). Hati-NYA sepenuhnya ada dalam setiap karya-NYA. Jiwa, emosi, dan keseluruhan diri ALLAH habis tercurah selagi DIA mereka cipta. Emosi dan daya cipta-NYA bersatu padu menghasilkan karya yang agung gemilang nan fenomenal. ALLAH larut dan menyatu dalam setiap pribadi dan sosok hasil karya-NYA….

110. ’Semutpun Curiga’

Romantika ini bermula dari purbakala, jauh sebelum dikau ada. Ini tak meng-ada², senyatanya peristiwa ini terjadi di Taman Nirwana. Sebelum menjelma aksara apalagi sastra, telah terjadi ikatan asmara. Adegan ini terjadi selagi hati tak kenal benci dan nestapa. Drama cinta bergelora ketika kosakata ‘malu’ dan ‘iri’ belum merasuk sukma. Sejatinya, inilah maksud dan tujuan dikau…

109. ‘Cincin Tunangan’

Ini kisah nyata, cerita sebenarnya. Kisah ini bukan kiasan, tidak pula karangan, apalagi dongeng anak ingusan. Sejatinya, ini sejarah, HIS-tory, riwayat Sang Pencipta. Kisah ini berbeda sekali dengan roman picisan. Ini romantika ilahi yang bermula jauh sebelum ada pelangi. Ini drama terpanjang yang pernah ada. Bermula dari waktu abadi, THE END-nya, siapa peduli? Narasi masih…