Waktu begitu cepat berlalu dan semua terasa buru². Hidup sibuk dikejar waktu, dan itu bukan hanya seminggu! Kemajuan teknologi komunikasi membuat hidup terpaku. Semua sibuk bermain hp saku. Tak ada lagi waktu rehat, walau singkat. Semua yang diingikan maunya didapat sesaat. Langka jika dikau masih bisa duduk diam tenang walau sekelebat. Masihkah tersisa menit berkomtemplasi di-tengah² hiruk pikuk hidup yang sekejap?
ALLAH adalah kasih (1 Yoh 4:8), pernyataan yang paling fenomenal tentang ALLAH di seluruh Alkitab. Ingat, tak dikatakan ALLAH itu kasih, tapi ALLAH adalah kasih. Karena kasih bukan hanya bagian dari ALLAH, tapi keseluruhan dari jatidiri-NYA. Kemahakuasa-NYA (dan atribut lainnya), DIA lakukan dengan dasar kasih. Muskil DIA bertindak -dalam bentuk apapun- di luar kasih! ALLAH tidak mungkin bertindak di luar jatidiri-NYA. Dikau dan semuanya tercipta karena kasih.
Dalam keabadian ketika belum ada makhluk ciptaan, yang ada hanyalah SANG KASIH, TRI TUNGGAL yang Maha Kudus. DIA puas dan cukup dengan diri-NYA. DIA tidak membutuhkan apapun di luar diri-NYA. Keberadaan-NYA sama sekali tidak bergantung kepada makhluk ciptaan-NYA! Seandainya DIA putuskan untuk tidak mencipta, maka DIA-pun sudah puas dan cukup dengan keberadaan-NYA. DIA sempurna, makhluk ciptaan-NYA tidak menambah apalagi mengurangi kesempurnaan-NYA. Begini, DIA tidak untung apa² kala dikau tercipta dan tidak rugi apapun kalau dikau tiada.
Lantas, untuk apa DIA menciptakan dikau?
Untuk mengasihimu! Jelas, DIA tidak mencintaimu untuk berharap sesuatu daripadamu sebagai balasannya. Tidak pula memberkatimu agar dikau ada kemampuan untuk memberi perpuluhan. Apalagi me-nakut²i supaya dikau sujud menyembah. Bukan pula mengancam agar dikau disiplin berdoa dan khusyuk beribadah.
Sebaliknya, DIA anugerahkan segala sesuatu dari diri-NYA tanpa batas untuk dikau seorang, kekasih-NYA. Sudah kodrat-NYA, DIA hanya memberi beri beri tanpa menuntut balasan apapun. Tanpa hitung²an, berlimpah, tak sepertiku yang otak kalkulator.
‘Tidak ada bahkan selembar daupun, tidak ada warna sekusam apapun yang ada di bumi ini yang tidak dimaksudkan-NYA untuk menyukankan hatimu, kekasih-NYA.’ (inspired by John Calvin)
Bagi-NYA cinta identik dengan memberi. Semua yang DIA perbuat se-mata² untuk menyenangkan hatimu, belahan ‘jiwa-NYA’! Tidak ada agenda terselebung, tak ada udang di balik bakwan. Cinta-NYA murni tulus, tak ada niatan secuilpun untuk kepentingan-NYA! Ini namanya ‘selfless love’, cinta tanpa pamrih, alturistic love.
TUHAN ALLAH berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. AKU akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” (Kej 2:18)
Cinta tanpa pamrih selalu memikirkan apa yang terbaik bagi orang lain. Mata-NYA tajam melihat apa yang dibutuhkan Adam. Di tengah taman sorga yang serba nyaman tentram, masih juga DIA lihat kebutuhannya terdalam. Sebagaimana dulu, demikian juga hari ini. DIA tidak akan me-nahan² apa yang baik bagi dikau. Masihkah dikau dapat rasakan cinta tanpa pamrih ini? Aku ragu. Moga dikau tidak. (nsm)
![]() |
NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes. |




