‘A Lucifer Fall,’ pekik Eugene H. Peterson (penterjemah Alkitab versi bahasa Inggris Kontemporer, the Message, dari Wahyu 2:4,5). Jitu dia menggambar situasi. Masalah penyakit kronis rohani. Ibadah dan ritual tinggal basa basi. Karena cinta telah sirna dari hati.
Manakala cinta dikhianati. Bukankah, kesuksesanpun tak berarti? Keberuntungan tak lagi dicari. Sia-sia semua prestasi. Di tengah riuh gembira sorak khalayak ramaipun terasa sepi. Segala jerih payah tak lagi ditanggapi. Bahkan tak sedikit rela hidup diakhiri. Begitu kan jika kekasih mendua hati? Itu pengalaman sehari-hari. Utamanya mereka yang lagi jatuh cinta yang berapi-api.
Long before He laid down earth’s foundations, He had us in mind, had settled on us as the focus of His love, (Efesus 1:4, the Message. Terjemahan bebas: Jauh sebelum Dia ciptakan dunia, dikau telah ada dalam pikiran-Nya, telah ditetapkannya dikau menjadi pusat cinta-Nya.)
Dikau itu satu-satunya pusat cinta-Nya. Seolah-olah tak ada lagi yang lainnya. Seumpama Dia tak ada lagi pekerjaan lain kecuali mencintai Adinda! Alam semesta, matahari dan buana. Dunia flora dan fauna. Yang kelihatan maupun tak kasat mata. Semua diatur-Nya. Untuk apa? Agar dikau hidup senang selamanya. Hidup tentram dan bahagia. Semuanya dipersiapkan untuk dikau, kekasih-Nya. Bolehlah dibilang, dikau itu cinta pertama-Nya. Cinta pertama kekal sepanjang masa.
‘For it is in love that the unequal can be made equal’ (Kierkegard)
Terjemahan bebas: Hanya dalam cinta, ketidaksetaraan bisa dibuat setara.
Cinta memang sulit dicerna. Bagaimana ceriteranya? Sang Pencipta jatuh cinta pada manusia. Sang Kuasa tresna kepada makhluk fana. Di dalam cinta, Dia laksana otot besi tulang baja. Dia takluk tak berdaya. Membiarkan dikau tentukan pilihan cinta. Dan Dia diam saja, walaupun pahit rasanya.
Sahabat! Dapatkah dikau rasakan? Betapa hancur hati, pasangan didapati tidak setia. Kekasih memalingkan muka. Dengan yang lain gembira tertawa. Merasa dia lebih bahagia. Aaahhh, kekasih selingkuh di depan mata. Belahan jiwa serong dengan tetangga. Dan cintamu ditolaknya semena-mena. Dan dikau tidak tahu salah apa.
TUHAN berfirman kepada Samuel: “Dengarkanlah perkataan bangsa itu dalam segala hal yang dikatakan mereka kepadamu, sebab bukan engkau yang mereka tolak, tetapi Akulah yang mereka tolak, supaya jangan Aku menjadi raja atas mereka. (1 Samuel 8:7)
Sahabat! Pernahkah dikau pikirkan? Seakan dikau tak berdaya tetap menggenggam cinta pasangan. Gagal meyakinkan. Seumpama berulang dikau tawarkan. Untuk rujuk walau dia sudah berantakan. Namun dia tetap pergi dengan lawan.
Akhirnya pasangan larut dalam mabuk-mabukan. Kecanduan obat-obatan. Terpaksa jual diri murahan. Lalu sakit tak dapat disembuhkan.
‘Di lembah lumpur dan noda
Di sana kini kau berada
Mengapa oh mengapa
Aku tak percaya.’
(Dari lagu ‘Mungkinkah’)
Aaahhh, tubuh dan jiwanya disia-siakan. Terlantar gak karuan. Kisah yang tak masuk akal. Dia tak lagi dikenal. Semua kekasih gadungannya meninggalkan. Ternyata dia hanya dimanfaatkan. Dikorbankan.
Sahabat! Pernahkan dikau bayangkan cinta yang demikian? Walaupun pasangan gak karuan. Selingkuh berulang-ulang. Dia rela menghabiskan harta dan warisan. Mencari belahan jiwa agar ditemukan. Siang malam, dia impikan. Untuk kembali dapat bermesra-mesraan.
Memang ada Sobat yang mengatakan. ‘Sudahlah, lupakan! Cari yang lain yang lebih baikan. Lebih berperasaan. Bodoh kali, kau mau dipermainkan.’ Aaaahhh! Sobat, dikau belum tahu artinya cinta. Mungkinkah cinta pertama diabaikan?
Tak kenal lelah. Jauh dari letih. Kemanapun dia akan dicari. Hati tak tenang. Jiwa gelisah hingga dia ditemui. Jika jumpa? Tak apa ditolak. Mungkin dia akan meludahi. Berteriak-teriak karena benci. Dia yang selingkuh, aku yang disalahkan. Ditudah yang bukan-bukan.
membenci Aku tanpa alasan. (Yohanes 15:25)
The Message: hated Me for no good reason. Terjemahan bebas: membenci-Ku dengan alasan tak masuk akal.
Tak mengapa! Aku terima. Untuk kekasih, nyawapun dipertaruhkan. Dan Dia diam. Tak bersuara. Karena cinta tak harus bicara!
Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap. (1 Korintus 13:8)
The Message: Love never dies. Inspired speech will be over some day; praying in tongues will end; understanding will reach its limit.
Bukankah kisah itu isi ceritera kitab Kejadian hingga yang penghabisan? Sadarkah bahwa kekasih yang selingkuh itu aku dan dikau? Allah mencari kekasih. Dia tak lelah tak letih. Cinta-Nya tak jadi hambar. Walau aku dan dikau kabur tak ada kabar. Dia sabar. Dan cinta-Nya tetap berkobar-kobar.
Cinta tak akan berakhir. Bahkan tetap setelah kiamat. Yang lain akan tamat. Aaahhh, hatiku masih tertambat. Melekat kepada yang sesaat. Aku bermesra dengan yang akan lewat. Dan bangga pula karena merasa terhormat. Masuk dalam bilangan umat. Kaum yang taat. Rajin beribadat. Menuruti ketentuan ahli Taurat.
Moga dikau masih ada hasrat. Peduli sesama rakyat. Menjadi sahabat bagi yang terlantar sendirian tak ada kerabat. Mencintai yang penat. Mendatangi yang sekarat. Itulah cinta yang Dia ingin lihat. Moga aku dan dikau masih ada akal sehat. Ayo, belum terlambat! (nsm)
![]() |
NSM adalah seorang awam yang bak musafir yang senantiasa merindukan Air Hidup di padang pasir nan tandus walau hanya setetes.
Telah terbit buku “Misteri Romantika Ilahi” karya NSM |




